JAKARTA AFU.ID — Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah kedua negara terlibat aksi saling serang yang memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung antara Iran-Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan baru dengan Teheran.
Militer Israel melaporkan Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah utara Israel pada Minggu (7/6/2026). Serangan itu memicu sirene peringatan di berbagai daerah dan membuat sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk melakukan pencegatan.
Sebagian besar rudal dilaporkan berhasil dicegat atau jatuh di area terbuka sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai respons atas operasi militer Israel yang sebelumnya menyasar target terkait Hizbullah di Beirut, Lebanon.
Tak lama setelah serangan rudal tersebut, militer Israel melancarkan serangan udara balasan ke sejumlah lokasi strategis di Iran. Operasi itu dikabarkan menyasar fasilitas logistik dan pos pertahanan yang dianggap memiliki nilai militer penting.
Rentetan ledakan dilaporkan terdengar di beberapa kota besar Iran, termasuk Teheran, Tabriz, dan Isfahan. Media pemerintah Iran turut mengonfirmasi adanya ledakan yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut. "Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz dan Isfahan," tulis televisi pemerintah Iran.
Hingga kini, otoritas Iran masih melakukan penilaian terhadap dampak serangan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan udara Israel.
Di pihak lain, militer Israel menegaskan siap meningkatkan operasi apabila mendapat persetujuan penuh dari pemerintah. Pernyataan itu memperlihatkan kesiapan Tel Aviv untuk merespons setiap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan negaranya. "IDF akan menyerang musuh dengan kekuatan penuh segera setelah lampu hijau diberikan," kata Panglima Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir.
Eskalasi terbaru ini dinilai semakin memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya sempat berada dalam periode relatif tenang setelah berbagai upaya deeskalasi dilakukan oleh sejumlah pihak internasional. Presiden AS Donald Trump, mengaku berharap Israel tidak melanjutkan serangan balasan yang lebih luas terhadap Iran. Menurutnya, konflik tersebut berpotensi mengganggu proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.
Trump menambahkan kesepakatan yang tengah dibahas bersama Iran dinilai berpotensi menjadi terobosan penting sehingga tidak boleh gagal akibat meningkatnya ketegangan militer di kawasan. (ANT/RAI)