JAKARTA, AFU.ID — Media yang disponsori Iran, Tasnim, mengklaim kelompok peretas bernama Cyber Support Front berhasil menyusup ke jaringan internal salah satu perusahaan pemasok komponen militer Israel, Novamill Systems Ltd. Dalam laporan tersebut, disebut kelompok itu bertujuan melumpuhkan kemampuan militer Israel. Namun, klaim mengenai keberhasilan serangan siber tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Menurut Tasnim, Cyber Support Front menyatakan berhasil menembus jaringan internal Novamill Systems Ltd dan mengeluarkan sejumlah peralatan utama perusahaan dari sistem operasional. Kelompok tersebut mengklaim serangan itu berdampak terhadap kemampuan produksi perusahaan.
Tasnim menyebut Novamill sebagai salah satu perusahaan Israel yang bergerak dalam bidang perakitan mekanis, pemesinan komponen presisi dan rekayasa balik. Perusahaan tersebut disebut memiliki kerja sama dengan industri pertahanan dan kedirgantaraan Israel, termasuk Israel Aerospace Industries (IAI). Perusahaan tersebut juga memproduksi komponen pesawat tempur dan sistem udara. Novamill juga diklaim menyediakan layanan perakitan elektromekanis dan optomekanis untuk sistem militer, termasuk sistem pemandu dan kendali, perangkat penglihatan malam, kamera termal, serta sistem penargetan.
Cyber Support Front mengklaim berhasil masuk ke jaringan pabrik menggunakan perangkat yang mereka sebut sebagai “alat lokal” yang dikembangkan tim operasional kelompok tersebut. Tasnim menyebut tim-tim tersebut bergabung dengan Cyber Support Front dalam enam bulan terakhir. Kelompok tersebut mengatakan telah mengambil sekitar 1 terabyte informasi sensitif dan rahasia dari perusahaan. Mereka juga mengaku menonaktifkan pusat pemesinan presisi berbasis Computer Numerical Control (CNC) serta sejumlah perangkat jaringan lainnya.
Jika klaim tersebut benar, gangguan terhadap mesin CNC dan jaringan produksi dapat berdampak pada aktivitas manufaktur komponen presisi. Namun, sejauh ini tidak terdapat verifikasi independen yang menunjukkan bahwa seluruh peralatan tersebut benar-benar berhasil dinonaktifkan atau bahwa kemampuan produksi Novamill mengalami kerusakan seperti yang diklaim. Kelompok tersebut disebut mengeluarkan peringatan kepada para pekerja Novamill. Cyber Support Front mengklaim telah memperoleh informasi pribadi dan sensitif para karyawan serta meminta mereka menghentikan kerja sama dengan militer Israel.
Kelompok tersebut juga mengklaim bahwa informasi yang diperoleh dalam operasi terbaru hanya merupakan sebagian kecil dari data mengenai kerja sama perusahaan dengan militer Israel. Mereka menyatakan belum mempublikasikan seluruh informasi yang disebut berhasil diekstraksi. Cyber Support Front sebelumnya juga diklaim telah menyerang infrastruktur lebih dari 10 perusahaan yang bergerak di sektor militer Israel. Tasnim menyebut sejumlah nama perusahaan, antara lain Bzmt, Imco, MAYA, dan CarsoMetal.
Kelompok tersebut mengklaim serangan-serangan sebelumnya berhasil mengganggu bahkan menonaktifkan lini produksi perusahaan-perusahaan tersebut. Klaim ini juga belum mendapat konfirmasi independen dari sumber di luar media Iran maupun kelompok peretas tersebut. Tasnim menyebut Cyber Support Front telah mendeklarasikan “pengepungan siber” terhadap infrastruktur vital Israel sebagai salah satu tujuan kelompok sejak awal pembentukannya. Operasi terhadap Novamill disebut sebagai bagian terbaru dari strategi tersebut. Hingga laporan ini ditulis, belum ada verifikasi independen mengenai terkait infiltrasi digital ini. (EER)