JAKARTA, AFU.ID — Korban jiwa akibat insiden ledakan hebat di sebuah gudang kembang api di wilayah Temascalcingo, Negara Bagian Meksiko, dilaporkan bertambah menjadi 10 orang. Selain merenggut nyawa, musibah mematikan yang terjadi di tengah kerumunan warga tersebut juga menyebabkan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Otoritas penanganan darurat setempat terus bersiaga untuk menanggulangi dampak ledakan susulan di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan surat kabar lokal Excelsior, peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (05/09/2026) waktu setempat. Ledakan dahsyat bermula tepat di akhir rangkaian ibadah keagamaan untuk menghormati santo pelindung gereja setempat, Santa Maria Canchesda. Waktu kejadian yang bertepatan dengan selesainya prosesi ibadah membuat area sekitar panggung dan gudang dipadati oleh ratusan jemaat.
Pembaruan data dari tim medis menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah warga yang terdampak ledakan kembang api tersebut. Laporan awal yang dirilis pihak berwenang sebelumnya hanya mencatat sembilan korban tewas dan 24 orang luka-luka. Namun, pengumpulan data susulan mengonfirmasi bahwa total korban luka melonjak drastis hingga mencapai 81 orang.
Laporan resmi yang dirilis pada Minggu membeberkan rincian demografis dari 10 korban meninggal dunia dalam tragedi mematikan tersebut. Para korban tewas teridentifikasi terdiri dari lima orang perempuan, tiga orang laki-laki dewasa, serta dua orang remaja. Seluruh jasad korban telah dievakuasi oleh tim penyelamat menuju fasilitas medis terdekat guna proses identifikasi lebih lanjut.
Puluhan korban luka yang selamat langsung mendapatkan perawatan medis darurat di sejumlah rumah sakit di sekitar Negara Bagian Meksiko. Petugas medis melaporkan sebagian korban mengalami luka bakar serius akibat terkena kobaran api dan material ledakan. Pihak rumah sakit terus memantau perkembangan kondisi para pasien yang membutuhkan tindakan medis intensif.
Aparat kepolisian bersama tim investigator lokal telah mengamankan area sekitar gudang penyimpanan kembang api untuk mempermudah proses olah TKP. Langkah sterilisasi lokasi dilakukan guna mengantisipasi adanya sisa bahan peledak atau kembang api yang belum terpicu. Pihak berwenang berjanji akan mengusut tuntas penyebab pasti memicu timbulnya percikan api di dalam gudang tersebut.
Tragedi ini memicu duka mendalam bagi warga lokal serta perhatian luas dari pemerintah pusat Meksiko terkait standar keamanan festival. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk memperketat izin penggunaan petasan dan kembang api pada acara-acara keagamaan mendatang. Langkah pengetatan ini diambil guna mencegah berulangnya insiden serupa yang membahayakan keselamatan publik. (RHU)