JAKARTA, AFU.ID — Amerika Serikat (AS) memastikan tidak akan melancarkan serangan balasan terhadap kelompok Houthi di Yaman untuk membantu Arab Saudi menghadapi eskalasi serangan dari kelompok tersebut yang dilancarkan bertubi-tubi. Seorang pejabat AS menegaskan Washington tidak memiliki rencana melakukan serangan langsung terhadap posisi Houthi di Yaman. "Tidak ada serangan ofensif," kata pejabat tersebut seperti dikutip CNN, Minggu (20/9/2026).
Sikap itu sejalan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali menyampaikan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam operasi serangan langsung terhadap Houthi di Yaman. Meski tidak turun langsung dalam operasi militer, AS disebut tetap memberikan dukungan kepada Saudi. Pejabat AS lainnya mengatakan Riyadh dinilai telah memiliki kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi Houthi.
Dukungan Washington antara lain diberikan melalui peningkatan pertukaran informasi intelijen serta data mengenai sasaran yang dianggap penting dalam menghadapi serangan Houthi. Di tengah meningkatnya ketegangan, Arab Saudi disebut tengah mencari jalur diplomatik untuk meredakan konflik. Media Lebanon Al Mayadeen melaporkan Riyadh berupaya membuka perundingan dengan Houthi melalui pihak ketiga.
Upaya tersebut berlangsung setelah hubungan Saudi dan Houthi kembali memasuki fase permusuhan sejak pertengahan Juni. Sebelumnya, Houthi telah mengajukan sejumlah tuntutan kepada Arab Saudi sebagai bagian dari upaya mencapai penyelesaian konflik.
Tuntutan tersebut mencakup pertukaran tahanan, pembukaan kembali akses sejumlah bandara di wilayah utara Yaman, serta pembayaran kompensasi atas kerusakan infrastruktur dan dampak terhadap warga sipil di wilayah yang dikuasai Houthi. Tuntutan itu berkaitan dengan dampak konflik yang berlangsung selama sekitar 12 tahun di Yaman. (EER)