Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Program beasiswa S1 bagi 150.000 guru mulai digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026. Setiap peserta akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester untuk meningkatkan kualifikasi akademik hingga jenjang sarjana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan program tersebut diperuntukkan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1. Perkuliahan akan dilakukan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sehingga pengalaman mengajar dapat diakui sebagai bagian dari proses pendidikan. "Pada tahun ini, kita menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi masing-masing guru yang belum berpendidikan S1," kata Abdul Mu'ti di Pangkalpinang, Kamis (3/7/2026).
Program tersebut diperuntukkan bagi guru yang masih berpendidikan D1, D2, maupun D3 agar dapat melanjutkan studi hingga jenjang D4 atau S1. Menurut Abdul Mu'ti, peningkatan kualifikasi akademik menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat mutu pendidikan nasional. Selain membuka akses pendidikan formal, Kemendikdasmen juga menyiapkan berbagai pelatihan guna meningkatkan kompetensi guru di bidang pembelajaran dan penguasaan teknologi.
Tahun ini, pemerintah akan menggelar sedikitnya lima program pelatihan, meliputi pembelajaran mendalam (deep learning), bimbingan dan konseling, bahasa Inggris, Sport Education Model (SEM), dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan akuaponik. Abdul Mu'ti mengatakan pelatihan bahasa Inggris dilakukan sebagai persiapan menjadikan mata pelajaran tersebut wajib bagi siswa kelas III sekolah dasar mulai 2027. Selain itu, pelatihan AI dan akuaponik masih disiapkan sebagai mata pelajaran pilihan. (RAI)