JAKARTA, AFU.ID — Tantangan global yang terus melaju pesat setiap harinya memaksa Pemerintah Republik Indonesia (RI) menguatkan berbagai aspek, tak terkecuali pendidikan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, lantas mendorong penguatan riset multidisiplin sebagai kunci menghadapi tantangan global.
Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kehadiran forum akademik internasional sangat penting untuk memahami dinamika ekonomi dan geopolitik, perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, hingga ketahanan industri global.
“Yang kita butuhkan sekarang adalah cara berpikir yang lebih integratif, kolaboratif, dan multidisiplin,” ungkapnya sebagaimana dikutip AFU.ID dari website Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Minggu (24/5/2026).
Menteri Brian menyatakan, perguruan tinggi mempunyai peran strategis dalam membangun kepemimpinan global yang mampu menjembatani berbagai dimensi.
Mulai dari ilmu pengetahuan dan kebijakan, inovasi dan keberlanjutan, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Terlebih lagi, Indonesia membutuhkan generasi pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi lintas sektor melalui kolaborasi pengetahuan dan riset yang berdampak.
“Penting untuk mendorong ilmu multidisiplin guna memecahkan tantangan global, tetapi di saat yang sama juga menyelesaikan isu-isu di dalam negeri,” tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Ia menegaskan, ekosistem riset multidisiplin perlu terus diperkuat sebagai bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi nasional.
Perguruan tinggi didorong sebagai ruang lahirnya gagasan dan solusi yang relevan dengan perubahan global serta kebutuhan pembangunan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi lintas disiplin, penguatan jejaring akademik internasional, serta pengembangan talenta unggul yang mampu menghadirkan inovasi dan kepemimpinan berdampak bagi Indonesia maupun dunia,” pungkas Mendiktisaintek Brian Yuliarto. (ADR)