JAKARTA, AFU.ID - Hari Pramuka kembali diperingati pada 14 Agustus 2026 dan tahun ini memasuki usia ke-65. Peringatan tersebut menjadi momentum mengenang perjalanan Gerakan Pramuka sejak diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961. Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka juga telah menetapkan tema dan logo resmi untuk peringatan tahun ini.
Tema Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 adalah “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Jumat (14/8/26), tema tersebut menjadi pesan utama peringatan tahun ini dengan menempatkan Gerakan Pramuka bukan hanya sebagai wadah pendidikan generasi muda, tetapi juga bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional. Salah satu fokus yang ditekankan adalah kontribusi terhadap swasembada dan ketahanan pangan.
Kwarnas menjelaskan, frasa “memantapkan langkah organisasi” menggambarkan upaya menjadikan Gerakan Pramuka semakin modern, profesional dan tertata. Sementara dukungan terhadap swasembada pangan diarahkan sebagai bentuk pengabdian anggota Pramuka kepada masyarakat dan penguatan kemandirian bangsa. Adapun Indonesia Emas 2045 berkaitan dengan pembinaan generasi muda agar siap menjadi pemimpin pada masa mendatang.
Peringatan Hari Pramuka 2026 juga dilengkapi logo khusus berbentuk angka 65. Angka tersebut dirancang menggunakan garis melengkung yang menyerupai aliran air dan kepak sayap sebagai simbol fleksibilitas, dinamika serta kemampuan Gerakan Pramuka mengikuti perubahan zaman. Identitas kepramukaan tetap dipertahankan melalui simbol tunas kelapa dan lingkaran kepramukaan dunia.
Warna pada logo Hari Pramuka ke-65 juga memiliki makna tersendiri. Merah dan putih melambangkan keberanian, kesucian serta identitas Indonesia, sedangkan warna emas menggambarkan kejayaan dan optimisme menuju Indonesia Emas 2045. Hijau toska digunakan untuk merepresentasikan kesegaran, pembaruan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Lantas, mengapa Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus? Sejarahnya tidak terlepas dari rangkaian pembentukan Gerakan Pramuka pada 1961 ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia dilebur menjadi satu. Sejumlah tahapan penting berlangsung sebelum Gerakan Pramuka akhirnya diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat.
Pada 9 Maret 1961, nama Pramuka diresmikan dan peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka. Selanjutnya pada 20 Mei 1961 diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, sedangkan pada 20 Juli 1961 para wakil organisasi kepanduan menyatakan melebur ke dalam Gerakan Pramuka. Rangkaian itu menjadi jalan menuju pengenalan organisasi secara nasional.
Puncaknya terjadi pada 14 Agustus 1961 ketika Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi dalam upacara di halaman Istana Negara. Presiden Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjadi Ketua Kwartir Nasional pertama. Setelah itu, barisan Pramuka melakukan defile di Jakarta sehingga tanggal tersebut kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Pramuka.
Nama Pramuka sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti Orang Muda yang Suka Berkarya. Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Kwarnas mencatat organisasi ini memiliki struktur mulai dari kwartir nasional, daerah, cabang, ranting hingga gugus depan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pada usia ke-65, tema Hari Pramuka 2026 menunjukkan arah yang lebih spesifik dengan menghubungkan pembinaan generasi muda dan kontribusi terhadap swasembada pangan. Pesan tersebut sekaligus menempatkan anggota Pramuka sebagai bagian dari pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan 14 Agustus tahun ini pun tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga momentum melihat kembali relevansi Gerakan Pramuka terhadap tantangan masa kini. (RHU)