Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Anak Krakatau hingga Semeru Erupsi, Enam Gunung Api Kini Berstatus Siaga: Apa Penyebabnya?
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Enam gunung api di Indonesia, termasuk Gunung Anak Krakatau, Semeru, dan Sinabung, telah berstatus Siaga (Level III) akibat erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan. Aktivitas vulkanik ini terdeteksi di berbagai wilayah, seperti Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara, dengan erupsi yang menyebabkan penyebaran abu vulkanik ke area sekitar. Meskipun beberapa gunung mengalami erupsi secara bersamaan, ahli vulkanologi menegaskan bahwa tidak ada bukti langsung yang mengaitkan aktivitas vulkanik satu gunung dengan yang lainnya, mengingat masing-masing gunung memiliki sistem tektonik yang berbeda.
Gunung Anak Krakatau (ANTARA)
JAKARTA, AFU.ID— Sebanyak enam gunung api di Indonesia berstatus Level III atau Siaga, yakni Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, dan Ibu. Beberapa di antaranya mengalami erupsi dalam waktu berdekatan. Aktivitas tersebut terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara dan Maluku Utara.
Gunung Anak Krakatau erupsi pada Minggu (6/9/2026) pukul 20.23 WIB dengan abu vulkanik terpantau menyebar menuju Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Aktivitas vulkanik masih tercatat hingga Senin pagi dengan empat kali gempa tektonik ringan. Sementara itu, Gunung Semeru juga mengalami erupsi meski tinggi kolom abu tidak teramati. Pada malam yang sama, Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Ibu erupsi dengan kolom abu sekitar 500 meter.
Erupsi sejumlah gunung api dalam waktu berdekatan memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya hubungan antaraktivitas vulkanik tersebut. Ahli vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrahman menjelaskan, kesamaan waktu erupsi tidak otomatis menunjukkan adanya hubungan langsung antargunung, terutama ketika gunung-gunung tersebut berada pada sistem tektonik yang berbeda. “Analogi sederhananya seperti saat saya makan, tetangga saya makan dan Anda juga makan, ya kebetulan pas jam makan siangnya sama,” ujar Mirzam, dikutip dari situs resmi ITB.
Indonesia memiliki sejumlah busur gunung api, seperti Busur Sunda, Banda, Halmahera, dan Celebes-Sangihe, dengan kondisi geologi serta sistem vulkanik yang berbeda. Gunung api yang berada dalam satu busur memang dapat dipengaruhi faktor tektonik yang sama, tetapi hal tersebut tidak berarti aktivitas satu gunung secara langsung memicu erupsi gunung lainnya. Perkembangan aktivitas tetap harus dilihat melalui indikator seperti kegempaan, deformasi tubuh gunung, kondisi kawah, dan rekaman erupsi masing-masing gunung.
Fenomena beberapa gunung api aktif dalam periode berdekatan juga pernah terjadi pada April 2020 ketika Kerinci, Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ibu, dan Dukono tercatat mengalami aktivitas vulkanik. Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau ring of fire sehingga memiliki banyak gunung api aktif dengan sistem magma dan karakteristik yang berbeda. Dengan kondisi tersebut, erupsi yang terjadi berdekatan waktunya tidak dapat langsung dikaitkan dengan satu pemicu yang sama. (RAI)
Enam Gunung Api Berstatus Siaga
Gunung Anak Krakatau — Selat Sunda/Lampung Selatan