JAKARTA, AFU.ID - Polres Metro Jakarta Barat tengah menyelidiki kasus siswa SMK berinisial DK (18) yang tewas usai tertabrak KRL Jurusan Duri-Tangerang, Kamis (29/8/2026) pagi. DK meregang nyawa usai sepeda motornya tertabrak rangkaian KRL di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto mengatakan, peristiwa itu terjadi di perlintasan rel tak berpalang bernama 'Tembok Bolong'. "Kecelakaannya terjadi di perlintasan sebidang yang tak berpalang. Tembok Bolong masuk wilayah Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat," kata Joko saat dikonfirmasi Afu.id.
Menurut Joko, Korban diduga melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Semanan Tembok Bolong. Saat tiba di dekat perlintasan, korban tertabrak KRL yang melaju dari arah timur ke barat. Joko menjelaskan peristiwa terjadi pada Kamis (20/8) pukul 06.30 WIB.
"Setibanya di dekat perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong wilayah Kalideres, Jakarta Barat, tertemper dengan kereta api atau KRL jurusan Tangerang, nomor lokomotif dan identitas masinis belum diketahui yang melaju dari samping kirinya," kata Joko.
Perlintasan rel Tembok Bolong memang kerap memakan korban. Selain tak berpalang, penjagaan perlintasan di kawasan itu juga tak menentu. "Jadi lokasi ini sering terjadi kecelakaan. Kadang ada warga yang jaga. Belum dipasang palang resmi," tutur Joko.
Dalam kecelakaan ini, DK mengalami luka parah di bagian kepala. Jenazah langsung dievakuasi untuk disemayamkan dan diserahkan ke pihak keluarga.
"Korban mengalami luka pada bagian kepala, meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara). Jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang," tuturnya.
Sebelumnya, Perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang kembali normal atau dapat dilintasi dua jalur imbas tertemper seorang warga dan pemotor. Saat ini perjalanan KRL masih proses penguraian kepadatan.
KCI juga meminta maaf atas dua insiden kecelakaan itu yang membuat ribuan penumpang terlambat masuk kerja. (FAP)