JAKARTA, AFU.ID - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan jajaran pengurus PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan diumumkan pada pekan depan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, Dony mengatakan proses seleksi sumber daya manusia (SDM) untuk perusahaan BUMN yang akan mengelola tata kelola ekspor komoditas strategis nasional tersebut masih berlangsung secara ketat.
“Ini juga sedang dilakukan proses seleksi yang ketat, dan insya Allah, mudah-mudahan nanti minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi bagian daripada tim,” kata Dony.
Dony yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN menjelaskan bahwa proses penyiapan SDM PT DSI tidak hanya dilakukan oleh Danantara. Sejumlah pemangku kepentingan turut terlibat, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Jadi ini tidak hanya independen dilakukan oleh Danantara, tetapi juga kita mengharapkan support juga dari seluruh stakeholder yang terlibat dalam proses penataan ekspor kita, ekspor sumber daya alam kita ke depannya,” ujar Dony.
Selain mempersiapkan talenta untuk mendukung operasional PT DSI yang akan memasuki masa transisi selama enam bulan, Danantara juga tengah mengembangkan sistem teknologi pendukung untuk perusahaan tersebut.
“Berkaitan dengan teknologi, kita juga sedang men-develop satu sistem yang baik. Tentu harapannya adalah bahwa ini amanah besar yang dititipkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengelola sumberdaya alam kita menjadi memberikan manfaat yang maksimal,” kata Dony.
“Karena itu kami dari Danantara Indonesia akan berupaya sebaik mungkin dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam implementasi program ini,” ujarnya menambahkan.
PT DSI sendiri mendapat penugasan khusus dari pemerintah untuk mengelola dan mengawasi transaksi ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Pada tahap awal, perusahaan akan fokus pada komoditas batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.
Masa transisi implementasi PT DSI akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026. Selama periode tersebut, DSI bersama para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, akan membahas berbagai aspek strategis, termasuk penentuan harga acuan komoditas. (ANT/FAD)