JAKARTA, AFU.ID - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, resmi ditunjuk menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri, Senin (27/7/2026). Penunjukan ini menempatkan ekonom berideologi pemikiran makro-pragmatis, pro-stabilitas, dan inklusif tersebut di pucuk kepemimpinan bank sentral Indonesia.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pengisian posisi ini mengacu pada mekanisme Undang-Undang Bank Indonesia guna menjaga kesinambungan kebijakan moneter nasional hingga gubernur definitif ditetapkan. "Sesuai dengan Undang-undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomotis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior, yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai pejabat gubernur sementara. Di dalam catatan yang dimaksud dengan Deputi Gubernur senior adalah Ibu Destry Damayanti," ujar Prasetyo Hadi, Senin (27/7/2026).
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada tahun 1963, dia merupakan ekonom senior dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang melintasi dunia akademis, analisis pasar modal, perbankan, hingga otoritas regulator. Destry meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (FEUI) sebelum melanjutkan pendidikan pascasarjana dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Karier profesionalnya diawali sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia (2000-2003) serta menjadi peneliti/pengajar di FEUI (2005–2006). Rekam jejaknya semakin menguat di industri keuangan saat menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011) dan Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015).
Di ranah kebijakan publik, Destry dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014–2015) serta menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan/LPS (2015-2019). Kariernya di bank sentral bermula saat diangkat menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 2019, dan kembali ditetapkan untuk periode kedua (2024-2029) sebelum akhirnya kini diamanahkan sebagai Pjs Gubernur BI.
Sebagai seorang ekonom, Destry tidak terikat pada paham ideologi ekstrem seperti kapitalisme murni maupun sosialisme ketat. Pemikiran ekonominya berakar pada pragmatisme makroekonomi yang pro-stabilitas dan berbasis penguatan sektor riil. Kebijakannya menekankan kelonggaran yang terukur, efisiensi rantai pasok, ketahanan sistem keuangan, serta transmisi kebijakan moneter yang langsung berdampak pada dunia usaha dan perbankan.
Latar belakang Destry sebagai mantan Kepala Ekonom pasar modal dan perbankan diharapkan mampu memberikan ketenangan (market-friendly signal) bagi pelaku pasar. Kepemimpinannya diproyeksikan membuat komunikasi kebijakan BI menjadi lebih responsif terhadap dinamika pasar surat utang (yield) dan lalu lintas modal asing.
Dengan pendekatan ekonomi yang berfokus pada sektor riil, BI di bawah kepemimpinan Destry diperkirakan bakal terus memperkuat koordinasi dengan perbankan nasional guna memacu penyaluran kredit usaha, sembari tetap menjaga prinsip kehati-hatian (prudential). Pengalaman Destry mendampingi Perry Warjiyo selama tujuh tahun sebagai Deputi Gubernur Senior menjamin tidak adanya guncangan arah kebijakan (policy shock). Kebijakan utama BI dalam menjaga stabilitas rupiah dan integrasi sistem pembayaran digital dipastikan tetap berlanjut tanpa hambatan.
MAR