AFU.id

Industri Gim Nasional Tembus Rp34 Triliun, Integrasi Esports Buka Pasar Baru

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Industri gim nasional Indonesia diproyeksikan mencapai nilai pasar hingga Rp34 triliun per tahun, menjadikannya sektor penting dalam ekonomi kreatif digital. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden untuk mempercepat pengembangan sektor ini, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri gim dan esports global. Selaras dengan itu, integrasi antara industri gim, esports, dan komunitas UMKM diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Industri Gim Nasional Tembus Rp34 Triliun, Integrasi Esports Buka Pasar Baru
Ilustrasi industri gim nasional dan esports. (Foto: Magnific/DC Studio)

Sinergi Industri Gim Nasional Bentuk Ekosistem Ekonomi Baru

Lebih lanjut, Menko Muhaimin menjelaskan industri gim nasional mempunyai peluang memperluas dampak ekonomi melalui integrasi dengan ekosistem esports. Pasalnya, keramaian komunitas esports dapat terintegrasikan dengan program pemberdayaan UMKM dan pelaku ekraf lokal. Harapannya, langkah itu dapat menciptakan aktivitas ekonomi tambahan di sekitar komunitas pemain dan penggemar.

Muhaimin Iskandar pun mendorong sinergi tersebut melalui sejumlah program Kemenko PM RI, seperti Jejak Jajanan Nusantara, Seribu Satu Pasar Rakyat, dan Perintis Berdaya. Konsepnya adalah mempertemukan aktivitas komunitas esports dengan pelaku UMKM pada berbagai kegiatan. Dengan demikian, keramaian komunitas tak hanya menghasilkan aktivitas digital, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi lokal.

Sementara itu, IESPA juga menilai integrasi lintas sektor sangat penting untuk membangun ekosistem yang lebih berkelanjutan. Kolaborasinya mencakup pemerintah, industri, komunitas, penerbit gim, hingga pelaku ekonomi kreatif. “Dampak bagi anak-anak muda ini luar biasa, apalagi jika dibangun gaming hub sebagai markas kreativitas mereka karena potensi talenta lokal kita sangat besar,” tutur Ibnu Sulistyo Pradipto.

Oleh karenanya, oengembangan industri gim nasional tak cukup hanya dengan mengejar pertumbuhan nilai pasar domestik. Pemerintah perlu memastikan talenta lokal memperoleh ruang produksi, pembinaan, akses komunitas, serta kesempatan menembus pasar internasional. Integrasi dengan esports dapat menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan produk gim, talenta, komunitas, dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem.

Sinergi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat daya saing Indonesia dalam industri gim dan esports global. Jika ekosistem mampu menghubungkan talenta dengan industri maupun pasar secara konsisten, potensi USD2 miliar dapat menjadi basis pertumbuhan yang lebih luas. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi pasar benar-benar menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan peluang ekonomi bagi pelaku lokal. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi