JAKARTA, AFU.ID — Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, incar gelar Piala AFF secara beruntun atau back-to-back di final Piala AFF 2026. Vietnam sudah tiga kali menjadi juara, tetapi belum pernah mengangkat trofi dalam dua edisi berturut-turut. Karena itu, Kim melihat final kali ini sebagai kesempatan untuk membawa Vietnam menyamai rekor yang lebih dulu dicatat Thailand dan Singapura.
Vietnam meraih tiga gelar pada 2008, 2018, dan 2024. Jika kembali menjadi juara tahun ini, The Golden Star Warriors akan mencatat gelar back-to-back untuk pertama kalinya sekaligus menyamai prestasi Thailand dan Singapura. Thailand bahkan sudah tiga kali melakukannya pada edisi 2000-2002, 2014-2016, dan 2020-2022, sedangkan Singapura mencatatnya pada 2004 dan 2006.
Kim tidak ingin peluang tersebut dilewatkan begitu saja. Ia percaya ambisi para pemain Vietnam menjadi modal penting untuk menghadapi Thailand, meski mereka harus memulai final dari kandang lawan di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22/8/2026). “Ini adalah kesempatan bagi Vietnam untuk mengukir sejarah baru, dan kami tentu tidak ingin melewatkannya,” ujar Kim.
Misi Vietnam mempertahankan gelar mendapat respons dari pelatih Thailand Anthony Hudson. Ia menilai status sebagai juara bertahan justru membuat Vietnam menghadapi tekanan lebih besar karena dituntut kembali mengangkat trofi. “Menurut saya, ekspektasi dan tekanan untuk menang menjadi beban berat bagi Vietnam,” kata Hudson.
Hudson juga menyebut Vietnam memiliki keyakinan tinggi untuk kembali menjadi juara, tetapi Thailand tidak akan gentar menghadapi rivalnya tersebut. Ia bahkan memuji kekuatan Vietnam yang diperkuat tiga pemain naturalisasi asal Brasil, yakni Nguyen Xuan Son, Do Hoang Hen, dan Nguyen Tai Loc. “Saya mendukung pendekatan Vietnam dalam menaturalisasi pemain. Mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam membangun tim yang kuat,” ujarnya.
Final Piala AFF 2026 akan berlangsung dalam dua leg dengan Thailand menjadi tuan rumah lebih dulu di Bangkok pada Sabtu (22/8), sebelum Vietnam menjamu Gajah Perang di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8). Bagi Kim, dua pertandingan tersebut menjadi jalan untuk membawa Vietnam meraih gelar keempat sekaligus mencatat sejarah back-to-back, sementara Thailand berupaya menggagalkan ambisi sang juara bertahan. (RAI)