JAKARTA, AFU.ID — Timnas Ekuador memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Jerman dengan skor 2-1 pada laga terakhir Grup E di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026). Kemenangan itu membawa Ekuador lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Jerman sebenarnya membuka pertandingan dengan sempurna. Baru dua menit laga berjalan, Leroy Sane membawa Die Mannschaft unggul 1-0 usai memanfaatkan umpan Florian Wirtz.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Tujuh menit berselang, Nilson Angulo melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung Manuel Neuer sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Setelah gol penyama, Jerman kembali mengambil inisiatif serangan. Felix Nmecha dan Kai Havertz sama-sama memperoleh peluang emas, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta penampilan apik Hernan Galindez membuat skor tetap imbang hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Jerman sempat meminta hadiah penalti setelah Havertz terjatuh di kotak terlarang. Namun, wasit membatalkan keputusan tersebut usai meninjau tayangan VAR.
Ekuador perlahan meningkatkan intensitas serangan dan mulai merepotkan lini belakang Jerman. Manuel Neuer sempat menggagalkan peluang Enner Valencia sebelum akhirnya tak mampu mencegah gol kedua lawan.
Gol kemenangan Ekuador tercipta pada menit ke-77 melalui Gonzalo Plata. Berawal dari situasi sepak pojok, Kevin Rodriguez menyundul bola ke depan gawang dan Plata lebih cepat menyambarnya untuk membawa Ekuador berbalik unggul 2-1.
Jerman terus menekan hingga akhir pertandingan demi mengejar gol penyeimbang. Namun, pertahanan disiplin Ekuador mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski kalah, Jerman tetap lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup E dengan enam poin, unggul selisih gol atas Pantai Gading. Sementara itu, Ekuador menutup fase grup di peringkat ketiga dengan empat poin dan berhak melaju ke fase gugur melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik.
Seusai laga, kapten Jerman Joshua Kimmich mengakui timnya pantas menelan kekalahan. Menurutnya, Die Mannschaft kehilangan kendali permainan setelah unggul cepat sehingga memberi kesempatan Ekuador berkembang dan membalikkan keadaan.
"Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi kemudian terlalu mudah kehilangan bola dan membiarkan mereka berkembang. Di babak kedua, kekalahan ini memang pantas kami terima," kata Kimmich dikutip dari ARD pada Jumat (26/6/2026). (ANT/RAI)