Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Hasil Final Badminton Asian Games 2026: Keajaiban Amri/Nita Berhenti di Medali Perak, Takluk Dua Gim Langsung dari Pasangan China Jiang/Wei
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Indonesia harus puas meraih medali perak dalam final ganda campuran bulu tangkis Asian Games 2026 setelah Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah kalah dua gim langsung dari pasangan China, Jiang Zhen Bang dan Wei Ya Xin, dengan skor 19-21, 8-21. Meskipun tampil mengesankan sepanjang turnamen dengan mengalahkan beberapa pasangan unggulan, mereka gagal mempertahankan keunggulan di gim pertama dan tidak mampu bangkit di gim kedua. Kekalahan ini menambah catatan panjang Indonesia yang belum meraih emas di nomor ganda campuran sejak 1982, sementara peluang emas masih terbuka melalui final ganda putra yang akan dihadapi Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin.
JAKARTA,AFU.ID — Indonesia gagal menambah emas dari bulu tangkis Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kalah dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin pada final ganda campuran di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026). Amri/Nita takluk dua gim langsung dengan skor 19-21, 8-21 setelah sempat unggul 19-17 pada gim pertama. Kekalahan tersebut membuat pasangan Indonesia harus puas membawa pulang medali perak.
Amri/Nita sebenarnya tampil meyakinkan sepanjang perjalanan menuju partai puncak dengan menyingkirkan sejumlah pasangan unggulan. Di semifinal, mereka menumbangkan unggulan pertama Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping 21-12, 21-14 setelah sebelumnya selalu kalah dalam empat pertemuan. Di babak 16 besar mereka melewati pasangan Jepang Watanabe/Taguchi dengan skor 9-21, 21-18, 21-15.
Perlawanan sengit kembali terlihat pada gim pertama final ketika Amri/Nita unggul 11-10 saat interval dan sempat memimpin 18-13, tetapi Jiang/Wei membalikkan keadaan hingga merebut empat poin beruntun setelah skor 19-17. Memasuki gim kedua, tekanan Jiang/Wei semakin sulit dibendung oleh Amri/Nita yang tertinggal 0-4 pada awal permainan. Pasangan China terus menjaga jarak hingga unggul 11-5 saat interval dan memperlebar keunggulan menjadi 16-7 sebelum menutup pertandingan 21-8.
Hasil ini kembali membuat Indonesia belum mendapatkan emas ganda campuran setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal menjadi juara pada Asian Games 2014, sementara emas terakhir Indonesia di nomor tersebut masih tercatat atas nama Christian Hadinata/Ivana Lie pada Asian Games 1982 atau 44 tahun lalu.
Peluang Indonesia menambah emas bulu tangkis masih terbuka melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang tampil pada final ganda putra menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang. Pasangan China tersebut sebelumnya menyingkirkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sehingga menggagalkan kemungkinan terjadinya All Indonesian Final di sektor ganda putra. Hingga saat ini, kontingen Indonesia berada di peringkat ke-15 klasemen medali dengan koleksi dua emas, enam perak, dan 20 perunggu. (RAI)