JAKARTA, AFU.ID — Seorang pelajar SMP berinisial AFP (16) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (28/8/26) dini hari. Polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri, namun penyelidikan masih berlangsung dan penyebab kematian belum disimpulkan secara final. Jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Rahmad Kurniatoro membenarkan penemuan pelajar tersebut. Menurut dia, polisi masih menunggu hasil otopsi sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian. “Nunggu otopsi dulu, enggak boleh kita menduga-duga,” kata Rahmad.
Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya di dalam rumah sebelum kemudian dilaporkan kepada pengurus lingkungan setempat. Ketua RT di Kelurahan Srengseng, Gordang, mengatakan ayah korban datang menyampaikan kabar tersebut seusai salat Subuh. Warga kemudian mendatangi rumah korban bersama pihak keluarga.
Polisi juga memperoleh informasi bahwa korban sebelumnya beberapa kali menunjukkan kondisi psikologis yang membutuhkan perhatian. Rahmad menyebut terdapat keterangan mengenai masalah kesehatan mental dan riwayat upaya menyakiti diri, namun informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik. Kondisi kesehatan mental tidak dapat serta-merta dijadikan penyebab kematian tanpa pemeriksaan medis dan penyelidikan yang memadai.
Seorang teman korban juga menyebut AFP sempat mengungkapkan rasa lelah terhadap kondisi yang dihadapinya. Keterangan tersebut kini menjadi salah satu informasi yang dapat didalami bersama keterangan keluarga, sekolah dan pihak lain yang mengetahui kondisi korban sebelum meninggal. Polisi belum mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut.
Di rumah korban turut ditemukan sebuah tulisan yang diduga dibuat AFP sebelum meninggal. Isinya disebut memuat perasaan kesepian, tekanan emosional dan persoalan pribadi, namun substansi tulisan tersebut belum menjadi dasar kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik sebelum menentukan rangkaian kejadian secara utuh.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya mengenali perubahan perilaku dan tanda krisis psikologis pada anak dan remaja. Dorongan untuk menyakiti diri membutuhkan penanganan serius serta dukungan dari keluarga, sekolah dan tenaga profesional, bukan stigma atau penghakiman. Penyelidikan kasus AFP masih berlanjut untuk memastikan penyebab kematian dan kondisi yang melatarbelakanginya. (RHU)