JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) melalui Suku Dinas Kesehatan menargetkan sebanyak 11.955 kasus tuberculosis (TBC) dapat terdeteksi di wilayah setempat pada 2026.
"Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Kalau mulai 1 Januari sampai dengan 15 April 2026, sudah ada 3.027 kasus," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat, (24/4/26)
Jumlah tersebut, kata dia, terus bertambah seiring deteksi yang terus dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC di Jakarta pada 2030.
Dia mengatakan deteksi TBC dilakukan melalui dua langkah, yakni aktif dan pasif.
"Upaya penemuan kasus secara aktif itu skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat, kemudian upaya teman-teman Kader TBC di lapangan, sedangkan secara pasif itu suspek yang datang ke fasilitas kesehatan," ujar Sahruna.
Secara teknis, pihaknya melalui fasilitas kesehatan menerapkan prosedur tertentu untuk memastikan kasus positif TBC.
"Dilakukan penegakan diagnostik secara tepat dan cepat melalui pemeriksaan dahak dan Xray sesuai indikasi," tutur Sahruna.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Arum Ambarsari menuturkan pengobatan TBC dilakukan sesuai standar mutu di seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta Barat.
"Jadi, ada pemantauan kepatuhan minum obat, kemudian pemeriksaan kontak erat pasien TBC, dilanjutkan dengan pemberian obat pencegahan TBC pada kontak erat pasien TBC yang sehat agar tidak tertular TBC," ungkap Arum. (ANT/RHU).