JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran hutan dan lahan terjadi di dua kabupaten di Aceh pada awal Juni 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat titik kebakaran terbaru berada di Aceh Singkil dan Aceh Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan api sudah berhasil dipadamkan pada Selasa, (2/6/2026). Pemadaman dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama instansi terkait.
“Kondisi terkini, api berhasil dipadamkan pada Selasa,” kata Abdul dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Di Aceh Singkil, kebakaran melanda satu hektare lahan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, pada Senin, (1/6/2026) siang. Sementara di Aceh Timur, api menghanguskan satu hektare lahan kering di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, pada Minggu.
Tim gabungan di Aceh Timur menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke titik api. Langkah itu dilakukan untuk melokalisasi rambatan api hingga padam total.
Karhutla di Aceh tidak hanya terjadi di Aceh Singkil dan Aceh Timur. BNPB sebelumnya mencatat kebakaran juga melanda Aceh Tengah dan Aceh Barat pada akhir Mei hingga awal Juni.
BNPB meminta pemerintah daerah memperketat patroli berkala di kawasan rawan. Personel dan alat pemadam juga diminta disiagakan agar api tidak membesar saat cuaca panas dan angin kencang.
BPBD juga diminta mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pengolahan sampah di dekat vegetasi kering juga perlu dihentikan karena dapat memperbesar risiko kebakaran.
Kasus ini menunjukkan karhutla Aceh sudah masuk fase kewaspadaan awal musim kemarau. Skala kebakaran memang belum luas, tetapi sebaran titik api di beberapa daerah menunjukkan perlunya respons cepat sebelum api berubah menjadi bencana yang lebih besar. (RHU)