JAKARTA, AFU.ID — Warga Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, memblokade Jalan Tirtosari Lingkungan 7 sebagai bentuk protes atas jalan rusak dan drainase yang tak kunjung diperbaiki. Aksi yang sebagian besar dilakukan emak-emak itu viral setelah videonya beredar di TikTok.
Dalam video yang beredar, warga menutup jalan menggunakan kayu, bangku rusak, dan batang pohon pisang. Blokade dilakukan tepat di depan kubangan jalan yang masih digenangi air. Kondisi itu membuat jalan sulit dilalui dan memicu kemarahan warga.
Warga mengeluhkan kerusakan Jalan Tirtosari yang disebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Selain permukaan jalan berlubang, drainase di sekitar lokasi juga bermasalah. Akibatnya, air kerap menggenang setiap hujan turun dan membuat lubang jalan tertutup air.
Aksi blokade dilakukan pada Selasa (7/7/2026) siang. Warga menilai keluhan soal jalan rusak sudah berulang kali disampaikan, tetapi belum ada penyelesaian yang benar-benar dirasakan. Karena itu, mereka memilih menanam batang pohon pisang dan menutup akses jalan sebagai bentuk protes.
Kondisi jalan yang rusak disebut membahayakan pengendara. Lubang yang tertutup genangan air membuat pengguna jalan sulit memperkirakan kedalaman jalan. Pengendara yang tidak mengetahui kondisi tersebut berisiko terjatuh saat melintas.
Kerusakan jalan juga diperparah oleh buruknya saluran air. Genangan disebut tetap muncul meski cuaca sedang panas karena air tidak mengalir dengan baik. Masalah ini membuat warga menilai perbaikan jalan tidak cukup hanya dilakukan dengan menimbun kubangan, tetapi juga harus menyentuh drainase.
Setelah aksi warga viral, blokade dari kayu dan batang pohon pisang kemudian disingkirkan. Jalan yang sebelumnya rusak parah mulai ditimbun sementara menggunakan tanah dan campuran kerikil. Namun, penanganan sementara itu belum menjawab tuntutan utama warga agar Jalan Tirtosari diperbaiki secara permanen.
Aksi emak-emak di Medan Tembung ini memperlihatkan protes warga atas layanan dasar yang lama terabaikan. Jalan lingkungan yang rusak dan drainase buruk bukan hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga membahayakan keselamatan warga yang melintas. (RHU)