JAKARTA, AFU.ID — Saat warga Gayo Lues kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak, anak seorang pejabat daerah justru memamerkan deretan jeriken BBM melalui media sosial. Konten tersebut viral, memicu kecaman publik, dan berujung pada pengunduran diri ayahnya dari jabatan Asisten I Setdakab Gayo Lues. Nevirizal menyerahkan surat pengunduran diri kepada Wakil Bupati Gayo Lues Maliki pada Kamis, 23 Juli 2026. Ia menyatakan keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika atas kegaduhan yang melibatkan keluarganya.
Konten yang menjadi sorotan berasal dari akun TikTok milik anak Nevirizal, Dea. Akun tersebut sebelumnya memuat sejumlah unggahan tentang perjalanan, kendaraan, dan aktivitas keseharian keluarga. Salah satu video yang diunggah pada 9 Desember 2025 memperlihatkan deretan jeriken yang disebut berisi BBM. Unggahan itu kembali disorot karena dibuat ketika kelangkaan dan sulitnya memperoleh bahan bakar sedang dikeluhkan masyarakat Gayo Lues.
Kontras antara unggahan tersebut dan kondisi masyarakat kemudian memicu kritik luas di media sosial. Warganet mempertanyakan asal BBM dalam jeriken sekaligus menilai konten itu tidak menunjukkan kepekaan terhadap kesulitan warga. Perdebatan terus meluas hingga menyentuh posisi Nevirizal sebagai pejabat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Tekanan publik akhirnya direspons dengan permintaan maaf dan penyerahan surat pengunduran diri.
“Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini,” kata Nevirizal. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah daerah, rekan kerja, dan masyarakat Gayo Lues. Nevirizal menilai dirinya tetap memiliki tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan perilaku anggota keluarganya di ruang publik. Wakil Bupati Gayo Lues Maliki mengonfirmasi surat tersebut telah diterima untuk diproses sesuai mekanisme kepegawaian ASN.
Anak Nevirizal turut menyampaikan penyesalan melalui surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh. Ia mengakui kurang bijaksana dan belum dewasa dalam menggunakan media sosial serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Akun media sosial yang memuat sejumlah konten tersebut juga telah dihapus setelah kecaman meluas. Permintaan maaf itu belum menghentikan pertanyaan publik mengenai deretan jeriken BBM yang ditampilkan dalam video.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan akan membentuk tim untuk mendalami persoalan BBM yang ikut terseret dalam polemik tersebut. Penelusuran diperlukan untuk memastikan asal, peruntukan, dan alasan penyimpanan bahan bakar dalam jumlah yang terlihat pada unggahan. Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan yang menyimpulkan adanya pelanggaran atau penimbunan BBM oleh keluarga pejabat tersebut. Pengunduran diri Nevirizal juga masih menunggu penyelesaian proses administratif sesuai ketentuan ASN. (RHU)