AFU.id

Ciangir Jadi Kawasan Terintegrasi Topang Ketahanan Pangan Jakarta

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kawasan Ciangir di Kabupaten Tangerang, Banten, dikembangkan sebagai pusat ketahanan pangan terintegrasi untuk DKI Jakarta, mencakup peternakan, perikanan, dan pertanian dalam satu ekosistem yang efisien dan berkelanjutan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah dan memberdayakan warga lokal, dengan lahan seluas hampir 100 hektare yang akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya. Pengembangan ini diharapkan dapat menciptakan ekonomi sirkular yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan ibu kota.

Ciangir Jadi Kawasan Terintegrasi Topang Ketahanan Pangan Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyaksikan papan informasi di Kawasan Peternakan Terintegrasi di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang menjadi pendukung ketahanan pangan. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Peternakan Terintegrasi Topang Ketahanan Pangan Jakarta

Lahan Kawasan Ciangir seluas 20 hektare yang akan Perumda Dharma Jaya kembangkan telah memeroleh Persetujuan Penggunaan Barang Milik Daerah, Senin (23/6/2026) lalu. Sekitar 17 haktare di antaranya akan menampung 5.000 ekor sapi beserta fasilitas pendukung, seperti kandang karantina, kandang penggemukan, gudang pakan, kantor operasional, jembatan timbang, dan instalasi pengolahan air limbah. Sementara itu, tiga hektare sisanya akan berfungsi sebagai ruang penghijauan.

Narasi pengembangan Kawasan Ciangir bahkan tak berhenti pada peningkatan produksi ternak semata. Pemprov DKI Jakarta juga merancang sistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir yang mencakup penyediaan pakan mandiri berbasis teknologi, rumah potong hewan, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), hingga pengolahan daging (meat processing) dalam satu kawasan. Pramono Anung berharap, integrasi itu dapat meningkatkan efisiensi pendistribusian dan memberikan nilai tambah bagi industri peternakan.

“Saya sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, serta Direktur Utama Dharma Jaya agar semaksimal mungkin memberdayakan warga lokal,” tutur Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, Andra Soni selaku Gubernur Banten menyatakan kolaborasi antardaerah tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua provinsi. Hal itu karena akan memperkuat hubungan ekonomi dan mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Keterlibatan tenaga kerja lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, dan pemberdayaan pelaku usaha sekitar diproyeksikan menciptakan ekonomi sirkular yang memperkuat ketahanan pangan Jakarta sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi