JAKARTA AFU.ID — Pemkot Bandung kembali membuka lelang pengelola Kebun Binatang Bandung setelah proses lelang tahap pertama gagal mencapai kesepakatan dengan calon mitra. Penataan kawasan wisata tersebut ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan lelang ulang ini terpaksa diambil lantaran proses lelang tahap pertama belum mencapai kesepakatan bersama dengan pihak peminat.
“Memang lelang pertama belum mencapai kesepakatan, maka akan dilakukan lelang ulang. Lelang ulang ini diharapkan sudah ada ruang negosiasi antara penyelenggara lelang dengan para peserta,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu, (27/5/2026).
Farhan menjelaskan, dari sejumlah peserta yang mendaftar pada proses awal, kini tersisa tiga pihak yang masih bertahan.
Ketiga peserta tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk melanjutkan ke tahap seleksi mitra pengelola berikutnya.
Meski begitu, ia mengakui adanya sejumlah kendala yang dihadapi selama proses tersebut berjalan, terutama mengenai besaran nilai komitmen investasi yang diajukan oleh calon mitra.
Menurutnya, Kebun Binatang Bandung merupakan aset daerah yang memiliki nilai valuasi sangat tinggi, sehingga membutuhkan pihak ketiga yang memiliki kapasitas finansial serta manajerial yang kokoh.
“Kendalanya adalah komitmen nilai. Ini asetnya nilainya tinggi sekali. Jadi memang kita membutuhkan mitra yang memiliki kemampuan finansial dan manajemen yang sangat kuat,” katanya.
Farhan menambahkan, kontrak pengelolaan Kebun Binatang Bandung dirancang untuk jangka waktu panjang yakni selama 26 tahun.
“Pada masa sebelumnya, dalam kondisi yang telah diaudit, Kebun Binatang Bandung mampu mencatatkan omzet dari penjualan tiket saja hingga sekitar Rp26 miliar per tahun,” katanya. (ANT/RAI)