JAKARTA, AFU.ID — Sterilisasi darurat radius belasan kilometer kini diberlakukan secara ketat usai rentetan letusan beruntun Gunung Semeru kembali membelah langit perbatasan Lumajang pada Jumat (8/5) pagi.
"Masyarakat dilarang beraktivitas," tegas Petugas Pos Pengamatan Liswanto.
Secara analitis, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami empat kali erupsi sejak dini hari dengan muntahan kolom abu vulkanik maksimal mencapai ketinggian 1,2 kilometer.
"Kolom letusan teramati 1,2 km," rinci Liswanto memantau ketebalan abu.
Eskalasi aktivitas vulkanik itu tercatat fluktuatif pada pukul 00.39, 00.52, 05.21, 06.09, hingga letusan abu tebal berwarna kelabu pada 07.50 WIB yang mengarah ke utara.
"Erupsi masih terus berlangsung," cemasnya menatap rentetan letusan tersebut.
Merespons kondisi darurat tersebut, otoritas vulkanologi langsung mengunci status Semeru pada Level III (Siaga) demi menetralisir jatuhnya korban jiwa di area buta.
"Rawan bahaya lontaran batu pijar," peringatnya membenarkan pembatasan kawasan.
Zona merah ditetapkan secara mutlak melalui pengosongan sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer, serta pelarangan total dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah.
"Potensi terlanda perluasan awan panas," urainya membedah perluasan radius darurat.
Guna menekan fatalitas, warga juga diharamkan mendekati jarak 500 meter dari sempadan sungai hingga sejauh 17 kilometer dari puncak demi menghindari jalur lintasan material vulkanik.
"Mewaspadai potensi awan panas," pungkas Liswanto menyoroti pergerakan lahar susulan di Besuk Bang. (ANT/NAD).