JAKARTA, AFU.ID — Gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, paling banyak berdampak pada wilayah Flores bagian utara, mulai dari Maumere, Ngada, hingga Manggarai. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyampaikan hal ini dalam jumpa pers bersama unsur Forkompimda, termasuk TNI dan Polri, di Markas Polda NTT. Jumlah korban jiwa dan tingkat kerusakan akibat gempa tersebut terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung di lapangan.
“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” kata Melki. Dua korban tercatat berada di Maumere, Kabupaten Sikka, sedangkan tiga lainnya berada di Kabupaten Manggarai. Korban diduga meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa terjadi. Terkait penyebab pasti kematian para korban, pemerintah daerah masih akan memastikannya lebih lanjut.
Melki menambahkan sejak pagi dirinya sudah menghubungi sejumlah kepala daerah di Flores untuk memastikan kondisi terkini di masing-masing wilayah. Langkah ini diambil agar data kerusakan dapat segera dilaporkan ke pemerintah provinsi. Untuk memenuhi kebutuhan pangan korban selama masa darurat, Melki turut meminta dukungan sektor swasta di lokasi bencana.
Ia berencana meninjau langsung lokasi bencana pada siang ini menggunakan pesawat milik Polri, termasuk ke Maumere dan sejumlah titik lain di Flores. “Saya minta agar toko-toko supermarket di lokasi bencana bisa membagikan makanan ke para korban, dan pemerintah akan mengganti rugi, sambil menunggu distribusi bantuan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas seismik susulan yang masih terus terjadi pascagempa utama. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama mengungkapkan hingga pukul 10.00 WITA, gempa susulan sudah mencapai lebih dari seratus kali dengan magnitudo terakhir tercatat 3,8. Meski kekuatan gempa mulai mengecil, masyarakat di Flores tetap diimbau untuk waspada.
Sementara itu, penanganan darurat di lapangan terus difokuskan pada proses evakuasi korban. Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan pascagempa. Seluruh Kapolres di wilayah terdampak diperintahkan untuk segera melakukan evakuasi bersama para pemangku kepentingan terkait.
“Kondisi sampai saat ini masih dilakukan evakuasi. Kami telah memerintahkan seluruh kapolres yang wilayahnya terdampak gempa ini untuk melakukan evakuasi bersama stakeholder terkait,” katanya. Pendataan jumlah korban dan kerusakan, menurut Rudi, masih menjadi tahap berikutnya setelah proses penyelamatan rampung. (NAD)