Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (Foto:AFU.ID/Putri Nadhila)
Jakarta, Afu.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencegah praktik penggelembungan harga atau mark up dalam proyek pengadaan komputer tablet senilai Rp508,4 miliar pada Selasa, 14 April 2026. Lembaga antirasuah ini menekankan digitalisasi sistem e-Katalog tidak boleh dijadikan celah untuk merugikan keuangan negara.
“Jangan sampai kemudian justru malah disalahgunakan untuk melakukan mark up harga. Itu seharusnya menjadi bagian dari proses evaluasinya,” tegas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada di Jakarta, Selasa 14 April 2026.
Budi menyatakan informasi mengenai tingginya harga perangkat tablet pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius. KPK terus memantau pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang diklaim sebagai salah satu sektor paling rawan tindak pidana korupsi.
“KPK tentu mendorong dengan digitalisasi proses PBJ ini tidak hanya mendorong efektivitas dalam prosesnya, tapi juga harus efisien,” jelasnya.
Lembaga tersebut mendorong agar setiap tahapan dalam e-Katalog dijalankan secara transparan dan akuntabel guna memastikan instansi terkait mendapatkan harga pembanding yang wajar. Persaingan antarvendor yang sehat dinilai krusial untuk menutup celah pengondisian pemenang.
“Alhasil adalah barang yang menjadi output atau outcome suatu proses pengadaan barang dan jasa adalah barang-barang yang terbaik dari sisi spek, dari sisi kualitas, kuantitas, termasuk harganya juga yang terbaik,” tambah Budi.
Peringatan KPK ini menanggapi hasil analisis media jurnalis independen, Project Multatuli yang menemukan kejanggalan pada anggaran pembelian Samsung Galaxy Tab Active 5 untuk para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Harga gawai tersebut dipatok Rp17,9 juta per unit di e-Katalog LKPP, padahal harga di pasaran hanya sekitar Rp8 juta.
Temuan selisih harga hingga 100 persen tersebut memicu tanda tanya besar terkait efisiensi anggaran negara. Dengan total anggaran Rp508,4 miliar, BGN diperkirakan memborong sekitar 28.359 unit tablet untuk program pendidikan paramiliter kepala unit dapur MBG tersebut. (nad/asw)