AFU.id

Lahan Murah Langka, Kepatuhan Developer Terhadap Hunian Berimbang Dinilai Rendah

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Lahan Murah Langka, Kepatuhan Developer Terhadap Hunian Berimbang Dinilai Rendah
(Foto: Kementerian PKP RI)

Kendala Regulasi Menghambat Progres Hunian Berimbang

Di sisi lain, apresiasi publik diberikan atas keberhasilan penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir utara Tangerang. Koridor bisnis modern tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi finansial yang signifikan bagi pendapatan daerah maupun nasional secara berkelanjutan.

“Saya atas nama pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V DPR RI mengapresiasi pengembangan Pantai Indah Kapuk yang telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan ini memberikan dampak ekonomi tidak hanya bagi Kabupaten Tangerang, tetapi juga bagi Jakarta dan Indonesia,” tutur Ketua Komisi V Lazarus.

Bagaimanapun juga, penegakan konsep hunian berimbang sangat menuntut ketegasan fungsi kontrol kementerian sebagai regulator utama di seluruh wilayah lapangan. Kerja sama pengawasan parlemen diharapkan mampu menekan angka kekurangan kebutuhan hunian secara bertahap hingga tahun-tahun mendatang.

Pada dasarnya, keberhasilan pemerataan akses rumah murah sangat bergantung pada keberanian penerapan sanksi bagi pengembang properti yang membandel. Tanpa adanya konsistensi penegakan aturan tata ruang, kemegahan kota baru hanya akan memperlebar jurang pemisah kelas sosial dan memicu marjinalisasi masyarakat miskin secara permanen. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi