JAKARTA AFU.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sudah menangkap 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Salah satu dari 17 orang tersebut adalah mantan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Saffar Muhammad Godam.
"Benar, dari pihak yang diamankan tersebut, Plt Dirjen Imigrasi periode 2024–2025 juga turut diamankan dalam kegiatan (OTT) ini," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di halaman depan Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu, (3/6/2026).
Budi mengatakan KPK turut menangkap Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang semula disebut terjadi di lingkup Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat.
Budi menambahkan secara keseluruhan 17 orang yang ditangkap tersebut terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara, serta sembilan pihak swasta yang berperan sebagai perantara dalam pengurusan dokumen-dokumen keimigrasian.
"Dua orang swasta diamankan di wilayah Bali, kemudian satu penyelenggara negara diamankan di wilayah Jawa Barat yang merupakan Kakanwil Imigrasi Jawa Barat, serta pihak-pihak lainnya diamankan di Jakarta dan sekitarnya," katanya.
Dalam OTT tersebut, KPK menyita sejumlah kendaraan dan barang mewah. Penyidik mengamankan tujuh mobil, 15 sepeda motor, dan 11 sepeda.
Beberapa sepeda yang disita merupakan sepeda Brompton dan mountain bike (MTB). Selain itu, penyidik juga menyita logam mulia emas seberat ratusan gram dari rangkaian operasi tersebut
KPK mengonfirmasi melakukan OTT di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat. OTT tersebut diketahui merupakan yang ke-11 selama tahun 2026.
Kegiatan OTT tersebut berkaitan dengan pengurusan izin tinggal warga negara asing, yakni Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
Kemudian dalam operasi yang dilakukan sejak Selasa (2/6) malam, KPK mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah. (ANT/RAI)