AFU.id

Kompetensi Takmir Lemah, Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid Terhambat

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pemberdayaan masyarakat berbasis rumah ibadah sering kali terkendala oleh minimnya profesionalisme tata kelola kepengurusan di tingkat akar rumput. Lemahnya kapasitas kepemimpinan takmir berisiko memicu konflik internal yang menghambat integrasi sosial umat.

Kompetensi Takmir Lemah, Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid Terhambat
Bridging Konferensi Imam Internasional di Tangerang Selatan. (Foto: Kemenag RI)

Program Madada Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat

Penguatan fungsi sosial kini diakselerasi melalui peluncuran program Masjid Berdaya Berdampak (Madada) di berbagai daerah. Skema jaminan sosial ini dirancang untuk menyediakan layanan pendidikan gratis serta stimulasi ekonomi produktif bagi warga miskin.

"Masjid yang ideal bukan hanya ramai dengan kegiatan ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Masjid harus menjadi pusat pemberdayaan yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat," tutur Arsad Hidayat.

Langkah taktis ini berjalan selaras dengan kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan pemulihan ekonomi umat sebagai prioritas nasional. Ke depan, konsistensi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis rumah ibadah akan menjadi tolok ukur nyata kehadiran negara dalam mereduksi angka kemiskinan ekstrem serta menjaga kerukunan beragama di tingkat akar rumput. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi