JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) melakukan modernisasi terhadap 1.582 unit kapal perikanan di seluruh pelosok tanah air.
Melansir website KKP RI pada Minggu (24/5/2026), kementerian yang dipimpin oleh Sakti Wahyu Trenggono ini menargetkan pengerjaan telah rampung pada 2028 mendatang.
“Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah mendorong nelayan lokal ‘naik kelas’ melalui modernisasi armada tangkap dan penguatan ekonomi pesisir,” ungkapnya.
Modernisasi 1.582 unit kapal perikanan bahkan telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Yang mana, Kepala Negara ingin memperkuat kedaulatan maritim nasional yang tetap berpihak kepada masyarakat kecil.
“Untuk rakyat, kita tidak ragu-ragu, kita akan bangun 1.582 kapal ikan mulai tahun ini,” tutur Presiden Prabowo.
Sebagai informasi, KKP RI menjalankan program tersebut melalui Koperasi Nelayan.
Oleh karenanya, mereka mendorong nelayan di berbagai daerah membentuk kelompok usaha berbasis koperasi agar distribusi bantuan lebih terorganisasi dan berkelanjutan.
Sementara itu, kapal yang dibangun terdiri dari berbagai ukuran, mulai kapal kecil hingga kapal besar sesuai kebutuhan wilayah penangkapan ikan.
Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa pembangunan 1.582 kapal berjalan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 unit merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang nantinya diprioritaskan untuk mendukung aktivitas ekonomi di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, program tersebut bertujuan meremajakan armada perikanan nasional yang sebagian besar telah berusia tua.
Seluruh kapal pun dipastikan diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor maritim.
Selain membangun kapal, KKP RI menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengoperasikan armada modern tersebut.
Pelatihan awak kapal dilakukan melalui sekolah-sekolah perikanan dan masyarakat pesisir di kawasan KNMP.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap KKP RI, Lotharia Latif, menyebut bahwa tahap awal pembangunan berfokus pada penyelesaian 50 unit kapal modern sepanjang 2026.
Kementeriannya kini sedang menyiapkan rantai pasok material, peralatan, hingga kesiapan galangan kapal nasional.
“Membangun kapal harus benar benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional dan memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi,” ujarnya.
“Kita harus siapkan semua, mulai dari design, bahan baku, dan kelengkapan lainnya hingga kesiapan galangan kapal yang akan membangunnya,” pungkas Lotharia Latif. (ADR)