Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kemendagri Tiru Semangat Keraton, Ada Krisis Etika Kepemimpinan
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menyelenggarakan pameran lukisan bertajuk Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat (24/4/2026) (ANTARA/Fitra Ashar
JAKARTA AFU.ID — Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri Wahyu Chandra Kusuma mengatakan nilai historis dalam kerajaan keraton Nusantara yang masih ada turun temurun sampai saat ini masih digunakan oleh pemerintah dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan.
“Dua kitab yang merupakan warisan sejarah yang digunakan sampai dengan saat ini. Negara Kertagama, Suta Soma menjadi bagian dari penyelenggaraan ketatanegaraan,” kata Chandra dalam acara pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat.
Chandra mengatakan konsep kepemimpinan yang diadaptasi pemerintahan saat ini juga bersumber dari akar budaya kerajaan yang tidak terlepas dari simbol bintang sisi delapan atau Asta Brata yang diartikan simbol kepemimpinan yang beretika, bijaksana dan mengayomi masyarakat.
Chandra mengatakan Kemendagri juga melakukan identifikasi warisan nilai luhur yang tersebar di masyarakat sebagai aset budaya tak benda yang perlu dilestarikan dan dihimpun kembali.
“Kami banyak menemukan manuskrip-manuskrip kuno yang masyarakat itu pegang sebenarnya tidak mengetahui maknanya. Ini mungkin peran serta dari pemerintah, dari kita semua untuk dapat menghimpun kembali, mengintisarikan kembali,” kata Chandra.
Ia mengatakan kolaborasi dengan lembaga pemerintahan lain perlu dilakukan guna mengarsipkan kembali warisan budaya luhur yang menjadi pilar kehidupan berbangsa turun temurun hingga saat ini.
Tujuannya untuk menjadi pegangan nilai budaya yang luhur bagi generasi muda penerus bangsa dan untuk kemajuan, kemakmuran serta kesejahteraan Nusantara di masa yang akan datang.
“Mohon sekali manuskrip-manuskrip terkait dengan konsepsi-konsepsi tata kehidupan, penyelenggaraan, kenegaraan, kemasyarakatan ini dapat dihimpun kembali. Kami terima kasih dari BRIN, kami dengan BPSDM tentunya nilai-nilai kepemimpinan itu kami sangat kami perlukan,” katanya.