AFU.id

Kebutuhan Energi Bersih Meningkat, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Hadir di Nusa Penida Bali

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di Nusa Penida, Bali, direncanakan mulai beroperasi pada 2029 sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian energi dan memanfaatkan potensi energi bersih di wilayah kepulauan Indonesia. Pemerintah Provinsi Bali, melalui Gubernur I Wayan Koster, mendukung pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional, sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan menekankan pentingnya tata kelola ruang laut yang terintegrasi dalam pemanfaatan sumber daya energi baru dan terbarukan. Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam mengubah potensi energi laut menjadi sumber listrik yang nyata, dengan dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.

Kebutuhan Energi Bersih Meningkat, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Hadir di Nusa Penida Bali
(Foto: KKP RI)

Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Nusa Penida Ditargetkan Beroperasi 2029

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendorong pengembangan energi bersih untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional. Gubernur I Wayan Koster berharap wilayah tersebut mampu mencapai kemandirian energi melalui pemanfaatan potensi energi terbarukan. Nusa Penida menjadi salah satu lokasi yang diproyeksikan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut.

I Wayan Koster menargetkan pembangkit tersebut dapat mulai beroperasi pada 2029 mendatang, sebagai bagian dari agenda pengembangan kawasan rendah karbon. Pemprov Bali juga menyiapkan rancangan Keputusan Gubernur untuk menetapkan Nusa Penida sebagai kawasan rendah emisi. Harapannya, kebijakan itu akan semakin memperkuat arah pembangunan energi bersih di wilayah kepulauan.

Sementara itu, Dwi Susanto selaku pakar pengembangan energi baru terbarukan Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus peneliti University of Maryland, Amerika Serikat, menilai potensi arus laut Indonesia sangat besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut tak akan menghasilkan manfaat ekonomi tanpa dukungan kebijakan dan aksi nyata. Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan sumber daya energi laut dapat dikembangkan menjadi pembangkit yang beroperasi secara nyata. “Potensi energi dari arus laut hanya akan menjadi sebatas angka potensi saja jika tidak ada aksi dari masyarakat dan dukungan dari pemerintah untuk memanfaatkannya,” ujarnya.

Pada akhirnya, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di Nusa Penida menjadi ujian penting bagi kemampuan Indonesia mengubah potensi energi laut menjadi sumber listrik nyata. Penentu dari keberhasilan proyek ambisius itu adalah konsistensi tata ruang, dukungan investasi, kesiapan teknologi, dan koordinasi lintas sektor hingga target operasional 2029 tercapai. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi