JAKARTA, AFU.ID - Pernikahan Kepala Sekretaris Pribadi (Kasespri) Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, dengan Chika Yenalovi yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Minggu (23/8/2026), menuai sorotan tajam warganet. Kritik publik mengemuka bukan terkait prosesi pernikahan itu sendiri, melainkan dampak ketatnya pengamanan dan sterilisasi kawasan JCC terhadap penyelenggaraan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang tengah digelar di Hall B oleh Bank Indonesia.
Pameran KKI yang menghimpun lebih dari 500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah tersebut sejatinya menjadikan hari terakhir sebagai momentum krusial untuk mengejar capaian penjualan. Namun, kehadiran jajaran pejabat penting negara dalam acara pernikahan membuat akses menuju kawasan JCC dibatasi ketat dan disterilkan.
Kondisi ini berimbas pada pemangkasan jam operasional pameran yang semula dijadwalkan buka hingga pukul 22.00 WIB menjadi ditutup lebih awal sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga mengganggu sejumlah agenda panggung seperti talkshow hingga pertunjukan penutup. Bahkan beberapa penyewa stan kuliner dilaporkan memilih tutup lebih cepat lantaran drastisnya penurunan jumlah pengunjung.
Di media sosial, gelombang kritik dari warganet membanjiri perbincangan terkait benturan antara agenda pribadi pejabat dan ruang ekonomi rakyat. Pengguna X dengan akun @w111s1n_ menyampaikan sindirannya. ”Nikah, hari pertama nikah, sudah mempersulit orang lain, dikritik banyak orang, kira kira bagaimana ya?” ujarnya, dikutip Senin (24/8/2026).
Nada kritik lain juga dilontarkan akun @BagasBayu yang menilai situasi ini sebagai 'konsekuensi' logis dari pilihan politik rakyat. ”Konsekuensi dari loe pada yg milih orang2 suka joget2, jadi nasib loe pada dijogetin aja. Derita loe ibarat musik aja buat politisi yg loe pilih,” ujarnya.
Sementara itu, pengguna X @FiD008 menyentil sikap penyelenggara acara. ”Kalo kata orang jawa ada sifat yg namanya : TAMBENG. Artinya orang keras kepala, susah di kasih masukan dan merasa dirinya paling benar,” tegasnya.
Ada juga netizen yang mempersoalkan profesionalisme pengelola gedung yang terkesan tak bisa menolak vendor meski sudah ada vendor lain yang menyewa tempat. "Mungkin Yang mengelola gedung sekitar kawasan Senayan Badan Usaha milik Negara, bukan swasta seperti Milik Pontjo Sutowo lagi, kalau ada kejadian begini susah Panitia Minta Ganti Rugi ke Pengelola Baru, Pengurus Lepas Tangan Semua,, Tetap Nrimo ada Kejadian Luar Biasa," kata @TerongU72356816
Meskipun memicu keluhan luas dari para peserta pameran dan pengunjung, belum ada rincian angka pasti mengenai total estimasi kerugian material yang ditanggung para pelaku UMKM akibat pemangkasan durasi serta pembatasan akses pengunjung di hari penutupan tersebut. Penyelenggara pameran maupun pihak pengelola gedung belum mengeluarkan rincian data klaim ganti rugi resmi, sementara respons publik di Threads dan X berfokus pada potensi hilangnya pendapatan puncak di hari terakhir acara.
Terlepas dari kontroveri tersebut, prosesi pernikahan Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi sendiri berlangsung megah dengan dihadiri pejabat tinggi negara. Presiden Prabowo Subianto serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo bertindak langsung sebagai saksi pernikahan.
Seusai acara, Presiden Prabowo menyampaikan, dirinya telah memberikan banyak nasihat serta doa kepada pasangan pengantin baru tersebut. ”Sudah banyak pesan, ya. Oke. Iya, bagus, ya,” ujar Prabowo seusai prosesi akad nikah di JCC.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, penunjukan kedua tokoh bangsa sebagai saksi tak lepas dari hubungan dekat Rizky yang telah mendampingi Prabowo selama lebih dari satu dekade. ”Pak Jokowi berkenan juga menjadi saksi dan Pak Prabowo secara pribadi juga berkenan menjadi saksi pernikahan kedua mempelai. Mas Rizky kan adalah sekretaris pribadi Pak Prabowo Subianto yang sudah lebih dari 10 tahun, sudah seperti putranya sendiri,” kata Prasetyo.
Selain Presiden Prabowo dan Jokowi, deretan pejabat penting yang turut hadir dalam perhelatan tersebut antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Kemudian ada pula Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, hingga Gubernur Jakarta Pramono Anung. (MAR)