Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Tantang Blokade AS, Iran Ancam Perang Jika Pelabuhan Terus Diblokade
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Arsip foto - Sebuah kapal tanker terlihat di Selat Hormuz setelah gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, Rabu (8/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Shady Alassar/pri)
JAKARTAAFU.ID — Jerman dinilai telah menetapkan arah untuk mempersiapkan kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia dalam beberapa tahun ke depan dan tidak menyembunyikannya, kata Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechaev dalam wawancara dengan RIA Novosti.
Ia mengatakan Berlin saat ini berfokus pada penyediaan drone, komponennya, serta persenjataan lain bagi pemerintah Kiev, sambil pada saat yang sama membantah tuduhan bahwa mereka menjadi pihak dalam konflik tersebut.
"Namun, tidak perlu berilusi, Jerman secara doktrinal telah menetapkan arah untuk mempersiapkan konfrontasi militer dengan Rusia dalam beberapa tahun ke depan dan tidak menyembunyikannya. Publik tentu tidak antusias dengan skenario ini, tetapi suaranya tenggelam oleh propaganda militeristik yang kuat dari kalangan pemerintah, militer, pelobi industri pertahanan, serta media arus utama. Inilah kenyataannya," kata Nechaev.
Moskow menyatakan bahwa pasokan senjata ke Ukraina menghambat upaya penyelesaian konflik dan secara langsung melibatkan negara-negara NATO.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia.
Sementara itu, Kremlin menyebut pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat perundingan damai. (ANT/RAI)