JAKARTA, AFU.ID - Industri penerbangan komersial memasuki babak baru setelah pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia, Heart Aerospace X1, sukses melakoni penerbangan perdana di Plattsburgh, New York, Amerika Serikat, pada Rabu (12/8/2026) lalu. Pesawat tersebut berhasil mengudara selama 27 menit dan mencapai ketinggian 335 meter di atas permukaan tanah.
Penerbangan pesawat seberat 11,3 ton ini menjadi tonggak sejarah efisiensi energi karena hanya menghabiskan biaya listrik sekitar US$5 atau setara Rp89 ribu. Nilai tersebut sangat jauh lebih murah dibandingkan harga secangkir kopi takeaway di Inggris.
Pesawat eksperimental berbentang sayap 32,3 meter ini dikembangkan oleh startup teknologi penerbangan asal Swedia, Heart Aerospace. Pendiri sekaligus CEO Heart Aerospace Anders Forslund menegaskan, keberhasilan uji coba mencakup seluruh fase operasional mulai dari manuver darat (taxi), lepas landas, menanjak, beratraksi di udara, hingga mendarat mulus.
"Pencapaian ini membuktikan keandalan mesin listrik berskala industri yang berpotensi mengubah peta ekonomi maskapai penerbangan secara fundamental melalui penekanan tarif tiket pesawat bagi para penumpang," kata Forslund.
Pengembangan pesawat X1 difungsikan sebagai purwarupa guna menyempurnakan model komersial utamanya, yaitu ES-30, yang dirancang berkapasitas 30 penumpang. Saat ini, Heart Aerospace tengah merakit unit pra-produksi pertama ES-30 di pabrik percontohan mereka di Los Angeles untuk persiapan uji terbang lanjutan pada tahun 2028.
Operasional ES-30 yang ditargetkan melayani penerbangan komersial secara resmi pada tahun 2031 diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional maskapai hingga lebih dari 40 persen dibandingkan pesawat regional bermesin bahan bakar fosil, berkat efisiensi energi, minimnya biaya perawatan rutin, serta keandalan armada yang tinggi.
Inovasi penerbangan ramah lingkungan tanpa emisi bahan bakar ini hadir di tengah tekanan melonjaknya harga avtur dunia yang naik hingga 63 persen secara tahunan. Tingginya efisiensi dan potensi pangkas biaya operasional tersebut berhasil memikat komitmen investasi masif dari sejumlah maskapai penerbangan global ternama.
Maskapai seperti United Airlines dan Air Canada sudah menyatakan tertarik mengoperasikan pesawat listrik tersebut. CFO sekaligus Executive Vice President United Airlines, Michael Leskinen, memuji penerbangan perdana X1 sebagai pencapaian teknis luar biasa yang menandai era baru transportasi udara yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan. (MAR)