JAKARTA, AFU.ID – Dua bocah berusia 11 tahun berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan bangunan di Venezuela, Minggu, (28/6/2026), beberapa hari setelah dua gempa dahsyat mengguncang negara itu dan menewaskan sedikitnya 1.450 orang.
Kedua bocah tersebut ditemukan secara terpisah saat operasi pencarian memasuki hari kelima. Penyelamatan ini memberi secercah harapan bagi keluarga korban, meski peluang menemukan penyintas terus menipis seiring berlalunya masa kritis 72 jam pascagempa.
Salah satu bocah bernama Moises berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat Kolombia setelah tertimbun sekitar tiga meter reruntuhan bangunan. Proses evakuasi berlangsung selama enam jam dengan metode yang sangat hati-hati untuk menghindari risiko tambahan.
Bocah kedua ditemukan di Caraballeda, La Guaira, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa. Pemerintah Venezuela membagikan rekaman penyelamatan tersebut dan menyebut setiap korban yang ditemukan hidup sebagai simbol harapan bagi negara itu.
Hingga Minggu, sedikitnya 33 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup dari puing bangunan selama operasi pencarian akhir pekan. Tim gabungan dari Prancis dan Amerika Serikat juga mengevakuasi seorang ayah dan putranya yang terjebak selama empat hari di bawah reruntuhan di La Guaira.
Namun, operasi penyelamatan berlangsung di tengah waktu yang semakin sempit. Badan kemanusiaan menilai 48 hingga 72 jam pertama setelah bencana merupakan periode paling krusial untuk menemukan korban hidup yang tertimbun bangunan.
Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyebut gempa kembar tersebut sebagai bencana alam paling brutal dalam sejarah negaranya. Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026, dengan selang waktu hanya 39 detik.
Gempa tersebut menyebabkan hampir 800 bangunan runtuh, terutama di negara bagian pesisir La Guaira. Puluhan ribu orang masih belum diketahui keberadaannya, sementara keluarga korban dan relawan terus menyisir puing, sebagian bahkan dengan tangan kosong.
Sejumlah warga mengeluhkan lambatnya akses alat berat dan koordinasi bantuan di titik-titik terdampak. Di beberapa lokasi, jalan yang tertutup serta gempa susulan turut menghambat proses pencarian korban.
Tim penyelamat internasional dari berbagai negara kini membantu operasi di Venezuela. PBB menyebut puluhan tim pencarian dan penyelamatan, tenaga medis, anjing pelacak, serta perangkat pendeteksi korban telah dikerahkan untuk mempercepat evakuasi. (RHU)