Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada Rabu (10/6/2026) dini hari. Serangan tersebut membuat Iran mengaktifkan sistem pertahanan udaranya di kawasan strategis dekat Selat Hormuz.
Media Iran melaporkan wilayah Sirik, Minab, Pulau Qeshm, hingga Pelabuhan Jask menjadi sasaran serangan. Sebanyak enam ledakan terdengar di sejumlah lokasi, sementara televisi pemerintah Iran mengonfirmasi adanya proyektil yang menghantam Kota Sirik dan Pulau Qeshm. Otoritas Iran belum mengumumkan secara rinci dampak kerusakan maupun kemungkinan korban akibat serangan tersebut.
Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya operasi militer yang disebut sebagai tindakan "membela diri". AS menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Teluk Oman.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuding Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter tersebut dan menegaskan Amerika perlu memberikan respons. Sementara itu, CENTCOM menyebut kedua pilot berhasil diselamatkan beberapa jam setelah insiden.
Menanggapi serangan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran tidak akan membiarkan serangan maupun ancaman dari pihak mana pun. Ia menyebut Iran siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayahnya.
"Setelah kalah di medan perang, AS coba menguji tekad kami. Militer Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan. Tinggalkan wilayah Iran jika kalian ingin aman," kata Araghchi melalui akun media sosial X, Rabu (10/6). (ANT/RAI)