Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan Rusia dan China akan memperoleh perlakuan khusus dalam penggunaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"Negara-negara strategis, seperti China dan Rusia, akan terus menikmati perlakuan istimewa dan syarat yang menguntungkan pada hal-hal terkait Selat Hormuz," kata Azizi, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Azizi, kedua negara selama ini menunjukkan dukungan dan kerja sama yang konsisten dengan Iran, termasuk ketika Teheran menghadapi berbagai tekanan internasional.
Ia menegaskan kedekatan hubungan tersebut menjadi alasan Rusia dan China akan mendapatkan perhatian khusus ketika kapal-kapal mereka melintasi Selat Hormuz, baik kapal dagang maupun kapal tanker.
Azizi juga menekankan bahwa Iran memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan terkait Selat Hormuz karena kawasan tersebut dinilai memiliki nilai strategis dan geopolitik yang penting bagi negaranya.
"Selat Hormuz memiliki kepentingan geopolitik yang terkhusus bagi kami," kata dia.
Ia menambahkan bahwa Iran menganggap kawasan tersebut sebagai bagian dari wilayah perairan dan geografisnya sehingga berhak mengambil keputusan yang dianggap perlu terkait pengelolaan maupun penggunaan jalur tersebut.
"Kawasan tersebut adalah bagian dari perairan teritorial dan geografis kami. Karena itu, Iran memiliki hak untuk membuat keputusan apapun yang dianggap perlu terkait Selat Hormuz, dan tidak ada yang boleh mempertanyakan hak ini," demikian Azizi. (ANT/FAD)