JAKARTA, AFU.ID – Pemerintah Venezuela melaporkan 920 orang tewas dan 3.360 lainnya terluka akibat dua gempa kuat yang mengguncang wilayah utara negara itu. Tim penyelamat masih mencari korban selamat, sementara sedikitnya 172 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi dalam selang waktu kurang dari satu menit pada Rabu. Guncangan menghancurkan atau merusak ratusan bangunan di Caracas dan negara bagian La Guaira, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, serta infrastruktur publik.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan La Guaira menjadi wilayah paling terdampak. Daerah pesisir itu juga menjadi lokasi Bandara Internasional Simon Bolivar di Maiquetia, salah satu pintu utama penerbangan Venezuela.
“Korban meninggal telah mencapai 920 orang dan masih ada warga yang diyakini terperangkap,” kata Rodriguez dalam siaran televisi pemerintah, Jumat.
Pemerintah menyebut sedikitnya 243 orang telah dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan di La Guaira. Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan operasi pencarian akan terus dilakukan untuk menemukan sebanyak mungkin warga yang masih tertimbun.
Sejumlah rumah sakit yang masih beroperasi dilaporkan kewalahan menerima korban. Fasilitas kesehatan darurat didirikan setelah banyak bangunan medis rusak dan kebutuhan obat-obatan meningkat tajam.
Upaya penyelamatan sempat terkendala jalan rusak, gangguan komunikasi, serta keterbatasan alat berat. Sejumlah relawan dan warga dilaporkan melakukan pencarian awal dengan tangan kosong sebelum alat berat tiba di titik-titik bangunan yang runtuh.
Pemerintah Venezuela menyatakan sedikitnya 214 gempa susulan tercatat sejak dua guncangan utama terjadi. Aparat memperingatkan warga di wilayah utara, termasuk La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon, untuk tetap waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.
Bantuan internasional mulai berdatangan untuk mendukung operasi pencarian dan penanganan korban. Tim penyelamat dari sejumlah negara telah dikerahkan, termasuk personel pencarian, anjing pelacak, tenaga medis, dan peralatan darurat.
Pemerintah memperkirakan jumlah korban masih dapat bertambah seiring proses evakuasi di bangunan-bangunan yang ambruk belum ramp memperkirakanjumlah korban masih dapat bertambah seiring proses evakuasi di bangunan-bung. (RHU)