JAKARTA, AFU.ID — Basarnas mengusulkan tambahan anggaran prioritas sebesar Rp95,23 miliar guna meningkatkan kapasitas tim Urban SAR Indonesia (INASAR) menuju standar internasional kelas berat (Heavy Class). Kenaikan status itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Indonesia dalam berbagai misi pencarian, penyelamatan, dan kemanusiaan global.
Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris mengatakan kebutuhan anggaran itu berkaitan dengan agenda asesmen internasional yang akan dijalani Indonesia sebagai anggota International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) pada 2028. Saat ini, tim Urban SAR Indonesia masih berada pada klasifikasi Medium Class.
Menurut Haris, peningkatan kapasitas menuju Heavy Class menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat peran Indonesia dalam berbagai operasi penyelamatan internasional. Pengalaman penugasan di Turki dan Myanmar disebut menjadi modal penting yang perlu ditopang dengan standar kemampuan yang lebih tinggi.
“Peningkatan kapasitas fungsional menuju Heavy Class ini mutlak diperlukan agar peran aktif operasi SAR kemanusiaan Indonesia di tingkat internasional dapat terus diperkuat,” kata Haris dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (24/6/2026).
Usulan peningkatan kapasitas INASAR menjadi bagian dari kebutuhan anggaran keselamatan yang diajukan Basarnas. Selain itu, lembaga tersebut juga mengusulkan tambahan belanja pegawai sebesar Rp135,37 miliar untuk membiayai gaji dan tunjangan 3.923 pegawai negeri sipil baru.
Secara keseluruhan, Basarnas mengajukan tambahan pagu anggaran keselamatan senilai Rp409,33 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kesiapan peralatan utama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kompetensi personel, hingga program latihan.
Porsi terbesar dari anggaran keselamatan dialokasikan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sistem komunikasi serta teknologi informasi yang mencapai Rp213,57 miliar. Sektor ini dinilai menjadi tulang punggung koordinasi dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Selain itu, Basarnas mengusulkan Rp83,29 miliar untuk meningkatkan kompetensi operasional personel penolong. Penguatan kualitas SDM dianggap penting guna mendukung respons yang lebih cepat dan efektif saat terjadi keadaan darurat.
Untuk menjaga profesionalisme personel di lapangan, Basarnas juga mengalokasikan Rp17,22 miliar bagi program latihan berkala terpadu fungsional. Program tersebut ditujukan untuk mempertahankan kemampuan teknis sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam operasi penyelamatan.
Di sisi lain, Basarnas menyoroti belum tersedianya anggaran untuk tindak awal operasi SAR. Karena itu, lembaga tersebut meminta tambahan dana pada sektor tersebut agar mobilisasi personel dan peralatan dapat dilakukan lebih cepat saat bencana atau keadaan darurat terjadi. (ANT/RAI)