Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kerusuhan Agustus Bisa Dicegah, KPF: Negara Terlalu Lambat Tindak Aparat Brutal
Bagikan:
Penulis: Administrator · Reporter: Putri Nadhila
Peneliti KPF, Ravio Patra (Foto:Youtube/KontraS)
JAKARTA, AFU.ID- Komisi Pencari Fakta (KPF) mengunhkapkan bahwa kerusuhan dan penjarahan berskala nasional pada Agustus 2025 sebenarnya memiliki peluang untuk bisa dicegah.
Meluasnya eskalasi demonstrasi terjadi akibat pembiaran dan lambatnya respons negara dalam menindak aparat yang brutal.
Peneliti KPF, Ravio Patra memaparkan tewasnya Affan Kurniawan merupakan faktor utama yang mempercepat meluasnya gelombang unjuk rasa hingga ke ratusan kota.
"Temuan umum kami adalah demonstrasi terjadi di 57 kota, meluas hingga 505 kota, dan eskalasi kerusuhan memang diakselerasi oleh respon. Jadi eskalator, apa eskalator? Faktor eskalasinya adalah pembunuhan Afan Kurniawan," terang Ravio.
Ia menilai pemerintah seharusnya bisa langsung meredam amarah publik malam itu juga jika berani mengambil sikap tegas.
"Apakah kemudian pertanyaannya? Jadi nggak ada yang bisa dilakukan? Ada," kata Ravio.
Sayangnya, pemangku kebijakan justru terkesan menunda-nunda penanganan dan gagal memberikan keadilan secara cepat atas tewasnya warga sipil.
"Seandainya negara ketika itu langsung bertindak, saat itu juga secara tegas dan disiplin, maka akselerasinya tidak terjadi," tegasnya.
Ravio menekankan ketidakpastian sikap dari negaralah yang pada akhirnya membakar solidaritas dan kemarahan publik di berbagai daerah.
"Akselerasinya terjadi karena negara tidak langsung bertindak dan menunggu-nunggu dan tidak memberikan jawaban pasti kepada masyarakat," tutup Ravio. (*)