JAKARTA, AFU.ID — Seorang buron kasus pencurian dengan kekerasan berinisial JI tewas setelah ditembak polisi di Bandar Lampung. Polisi menyebut tindakan itu dilakukan karena JI berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat proses pengembangan kasus.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan penangkapan JI dilakukan pada Rabu, (3/6/2026), setelah polisi mendapat informasi dari warga mengenai keberadaan pelaku.
“Selanjutnya kami lakukan penangkapan,” kata Gigih dalam keterangannya, Sabtu, (6/6/2026).
Menurut Gigih, JI merupakan buron yang diduga terlibat dalam jaringan begal lebih besar. Jaringan tersebut disebut tidak hanya beraksi di Lampung, tetapi juga sampai ke Pulau Jawa.
Setelah ditangkap, JI dibawa polisi untuk pengembangan perkara. Dalam proses itu, JI disebut berupaya kabur dan melawan petugas yang mengawalnya.
“Anggota kami sempat mengalami luka akibat perlawanan tersebut,” ujar Gigih.
Polisi menyebut petugas telah memberikan tembakan peringatan. Namun, JI disebut tetap berusaha melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas.
Setelah ditembak, JI dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapat penanganan medis. Polisi menyebut JI masih dalam kondisi sadar saat awal tiba di rumah sakit.
Gigih mengatakan polisi sempat melakukan pemeriksaan awal terhadap JI. Namun, kondisi JI kemudian memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal oleh dokter.
Polisi masih mendalami jaringan begal bersenjata api yang diduga melibatkan JI. Sejumlah pelaku lain dalam jaringan tersebut diklaim telah ditangkap.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut jaringan kejahatan lintas daerah dan tindakan kepolisian yang berujung kematian tersangka. Polisi perlu membuka kronologi penindakan secara terang, termasuk rangkaian pengembangan kasus dan peran JI dalam jaringan yang sedang dibongkar. (RHU)