JAKARTA, AFU.ID - Langit Jakarta masih menyimpan sisa tegang dari operasi senyap yang menjalar dari daerah. Satu per satu, mereka yang terjaring mulai tiba di Gedung Merah Putih. Bukan untuk disambut, tetapi untuk diperiksa.
Sebanyak 12 orang yang sebelumnya diamankan dalam operasi tangkap tangan di Tulungagung kini menyusul sang kepala daerah, Gatut Sunu Wibowo, menjalani pemeriksaan lanjutan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Sabtu (11/4/2026). Mereka datang bertahap, dalam irama yang senyap namun sarat makna.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa total 18 orang diamankan dalam operasi yang berlangsung sehari sebelumnya. Dari jumlah itu, 13 orang telah diberangkatkan ke Jakarta untuk pendalaman lebih lanjut.
“Dari total 18 orang yang diperiksa dan diamankan pada Jumat (10/4), selanjutnya 13 orang di antaranya dibawa ke Jakarta hari ini secara bertahap,” ujar Budi.
Di antara mereka, bukan hanya nama-nama dari lingkar birokrasi. Sebelas orang berasal dari internal Pemerintah Kabupaten Tulungagung, sementara satu lainnya dari pihak luar. Komposisi ini memberi isyarat bahwa perkara yang sedang diurai bukan sekadar persoalan individu, melainkan jejaring yang lebih luas.
Ruang-ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih kini menjadi pusat gravitasi kasus ini. Di sanalah keterangan dirangkai, peran dipetakan, dan arah perkara ditentukan. KPK juga telah mengamankan barang bukti berupa uang tunai, meski jumlah pastinya belum diungkap ke publik.
Operasi ini menambah daftar panjang penindakan sepanjang 2026. OTT di Tulungagung bahkan disebut sebagai yang kesepuluh dalam tahun berjalan—sebuah angka yang tak hanya statistik, tetapi juga cermin bahwa praktik korupsi masih menemukan celahnya.
Kini, perhatian tertuju pada satu hal: bagaimana konstruksi perkara ini akan dibuka. Siapa berperan apa, dan sejauh mana praktik yang diduga terjadi.
Di balik pintu-pintu tertutup ruang pemeriksaan itu, waktu berjalan cepat. Dan publik menunggu, kapan status para pihak akan ditentukan—serta cerita utuh di balik operasi senyap ini akhirnya terungkap. (*)