JAKARTA, AFU.ID — Kebiasaan menggulir atau scrolling media sosial hingga dini hari bukan sekadar membuat mata lelah atau muncul lingkaran hitam di bawah mata. Kurang tidur akibat scrolling berkepanjangan juga dapat mengganggu metabolisme, meningkatkan risiko penyakit kronis, hingga memengaruhi kesehatan mental.
Dokter bedah bariatrik dan metabolik Dr. Dinesh Thakur mengatakan tidur yang tidak cukup memberi dampak luas terhadap kesehatan tubuh. Karena itu, kebiasaan begadang hingga pukul dua dini hari sebaiknya dihindari agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri. "Kalian semua tidak akan pernah tidur larut malam lagi setelah mengetahui ini. Tidur larut malam bukan hanya tentang lingkaran hitam, tetapi juga secara diam-diam merusak kesehatan dengan cara yang tak pernah dibayangkan," kata Dinesh.
Penjelasan tersebut sejalan dengan penelitian yang diterbitkan National Heart, Lung, and Blood Institute pada 15 Juni 2022. Studi itu menunjukkan tidur kurang dari tujuh hingga delapan jam setiap malam dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, stroke, serta mengganggu fungsi kognitif seperti konsentrasi dan daya ingat.
Menurut Dinesh, kebiasaan scrolling hingga larut malam juga memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar. Kondisi itu membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi makanan tinggi kalori, memperlambat metabolisme, dan meningkatkan penumpukan lemak di area perut. Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol dan mengganggu sensitivitas insulin. Akibatnya, risiko terkena diabetes maupun gangguan pada sistem kardiovaskular ikut meningkat.
Dampak lainnya tidak kalah serius. Orang yang sering begadang lebih rentan mengalami kelelahan kronis, mudah cemas, emosinya lebih mudah terpancing, serta mengalami penurunan kualitas kesehatan mental. "Tak ada kopi yang dapat menggantikan kurangnya tidur nyenyak dan memulihkan tubuh," ujar Dinesh.
Ia mengimbau masyarakat mulai membatasi kebiasaan scrolling pada malam hari dan menjaga durasi tidur yang cukup. Tidur tepat waktu dinilai menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga berat badan, meningkatkan energi, dan mempertahankan kesehatan tubuh secara menyeluruh. (RAI)