Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Rasa kantuk dan tubuh lemas setelah makan siang ternyata tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Ahli gizi menyebut kondisi yang kerap muncul pada pukul 13.00 hingga 15.00 itu dapat dikurangi dengan memperbaiki pola makan, memperbanyak aktivitas fisik ringan, dan menjaga kecukupan cairan tubuh.
Menurut ahli gizi Kileigh Job, salah satu penyebab energi cepat menurun setelah makan siang adalah komposisi makanan yang tidak seimbang. Konsumsi karbohidrat olahan berlebihan atau kebiasaan melewatkan waktu makan dapat memicu lonjakan dan penurunan gula darah yang membuat tubuh mudah lelah.
"Makanan yang mengandung kombinasi protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mendukung energi yang bertahan lebih lama," kata Kileigh Job, Sabtu (20/6/2026).
Selain makan siang yang seimbang, sarapan juga berperan penting dalam menjaga energi sepanjang hari. Ahli gizi Hannah Coven mengatakan sarapan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat dapat membantu tubuh menghindari penurunan energi drastis pada siang hari.
Para ahli juga menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan setelah makan. Berjalan kaki selama sekitar 10 menit atau bergerak setiap satu hingga satu setengah jam dinilai dapat meningkatkan energi sekaligus membantu mengendalikan kadar gula darah.
Ahli gizi Laney Miller menjelaskan aktivitas fisik mampu memperlancar aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih segar dan membantu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah dehidrasi ringan. Para ahli mengingatkan rasa lelah, sulit berkonsentrasi, hingga mudah marah pada siang hari dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan sehingga masyarakat dianjurkan minum air secara teratur sepanjang hari. Meski banyak orang memilih kopi sebagai solusi cepat, para ahli mengingatkan konsumsi kafein berlebihan justru dapat mengganggu kualitas tidur pada malam hari dan memperburuk kelelahan keesokan harinya. (ANT/RAI)