JAKARTA, AFU.ID — Harga keekonomian LPG 3 kilogram disebut mencapai sekitar Rp56.000 per tabung. Namun, masyarakat saat ini membelinya dengan harga sekitar Rp20.000 hingga Rp21.000 karena sebagian besar biayanya ditanggung pemerintah. Dengan selisih tersebut, nilai subsidi mencapai sekitar Rp35.000 hingga Rp36.000 untuk setiap tabung.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan besarnya subsidi membuat harga LPG bersubsidi tetap terjangkau bagi rumah tangga yang membutuhkan. Namun, pemerintah menghadapi persoalan karena penyalurannya dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. “LPG 3 kilogram, Ibu Bapak, harganya kurang lebih Rp20.000–Rp21.000. Keekonomiannya Rp56.000,” kata Eddy dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia (27/07/26).
Eddy mengutip data Dewan Energi Nasional yang menyebut sekitar 63 persen subsidi energi masih dinikmati pihak yang tidak berhak. Menurut dia, pembenahan data penerima dibutuhkan agar subsidi benar-benar diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga dinilai perlu memperbaiki besaran dan sasaran subsidi agar anggaran negara dapat digunakan secara lebih efisien.
Total anggaran subsidi dan kompensasi energi disebut mencapai sekitar Rp390 triliun per tahun. Selain LPG 3 kilogram, subsidi juga diberikan untuk solar, Pertalite, dan listrik. Eddy menilai penghematan dari perbaikan penyaluran subsidi dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dan sektor ekonomi produktif lainnya.
Persoalan subsidi LPG juga berkaitan dengan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor. Eddy menyebut sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kondisi itu membuat pemerintah harus mengeluarkan devisa untuk impor, kemudian kembali menyediakan subsidi agar harga jual kepada masyarakat tetap rendah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut sebanyak 66,4 juta rumah tangga menerima subsidi LPG. Jumlah penerima tersebut diklaim mencapai dua kali jumlah penduduk Malaysia dan 12 kali Singapura. Pemerintah memasukkan subsidi LPG sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial bersama bantuan pangan, subsidi BBM, listrik, kesehatan, dan pendidikan.
Harga jual LPG 3 kilogram di masyarakat dapat berbeda karena setiap daerah memiliki ketentuan harga eceran tertinggi. Di Tangerang Selatan, misalnya, harga eceran tertinggi tercatat Rp19.000 per tabung, tetapi hasil pemantauan menunjukkan LPG dijual sekitar Rp22.000. Selisih harga tersebut memperlihatkan bahwa persoalan subsidi tidak hanya menyangkut sasaran penerima, tetapi juga pengawasan distribusi hingga tingkat konsumen. (RHU)