JAKARTA, AFU.ID – Kementerian Pekerjaan Umum atau PU mempercepat pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Proyek Strategis Nasional itu diklaim akan memperkuat irigasi pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bendungan tersebut dibangun untuk menjamin ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan.
Menurut dia, pengelolaan air menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas lahan pertanian. “Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody di Jakarta, Minggu (28/6/2026)
Hingga Juni 2026, progres fisik Bendungan Bulango Ulu telah mencapai 94,99 persen. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung air hingga 93,75 juta meter kubik. Dody mengatakan air merupakan sumber daya yang tidak dapat diciptakan, tetapi harus dikelola secara optimal. Karena itu, pembangunan bendungan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas pertanian.
Bendungan Bulango Ulu diproyeksikan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari 250 menjadi 300. Dengan kenaikan itu, petani berpotensi melakukan hampir tiga kali masa tanam dalam setahun. Produktivitas lahan juga diklaim bisa meningkat. Saat ini, produktivitas pertanian di wilayah tersebut berkisar 3 sampai 3,5 ton per hektare.
Setelah bendungan berfungsi, produktivitas diperkirakan dapat naik menjadi 7 sampai 9 ton per hektare. Selain memperkuat irigasi, Bendungan Bulango Ulu juga akan menyediakan air baku sebesar 2.200 liter per detik. Bendungan ini juga disiapkan untuk mengairi lahan pertanian seluas 4.950 hektare. Dody mengatakan pengelolaan air yang efektif menjadi salah satu variabel penting untuk mengejar swasembada pangan, sebagaimana masuk dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain untuk irigasi, Bendungan Bulango Ulu juga ditargetkan membantu mengendalikan potensi banjir. Infrastruktur tersebut disebut mampu menekan potensi banjir hingga 43 persen atau pada area seluas 629 hektare. Bendungan ini juga memiliki potensi energi bersih. Pemerintah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro atau PLTMH berkapasitas 4,96 megawatt.
Selain itu, terdapat potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS dengan kapasitas 80 megawatt di kawasan bendungan. Kementerian PU juga melihat peluang pengembangan sektor pariwisata baru di sekitar Bendungan Bulango Ulu.
Dengan manfaat tersebut, proyek ini diharapkan tidak hanya mendukung produksi pangan, tetapi juga mendorong ekonomi Gorontalo dalam jangka panjang. Pemerintah menargetkan Bendungan Bulango Ulu menjadi salah satu infrastruktur kunci untuk memperkuat ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, energi bersih, dan pengembangan wilayah di Gorontalo. (ANT/FAD)