Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Surat Terbuka Ronaldo untuk Pelatih Portugal Jorge Jesus: Janji, Sanksi, Ego Sang Bintang
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Cristiano Ronaldo dan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, mengalami ketegangan setelah sebelumnya bekerja sama sukses di Al Nassr. Perselisihan muncul ketika Jesus merencanakan rotasi menit bermain Ronaldo, yang berujung pada keputusan Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tim nasional setelah merasa tidak dihargai sebagai kapten. Dalam surat terbukanya, Ronaldo menyatakan ketidakpuasan terhadap janji yang tidak ditepati oleh Jesus, namun Jesus tetap membuka kemungkinan untuk Ronaldo kembali bergabung dengan tim nasional jika ia bersedia.
Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. (FIFA)
JAKARTA, AFU.ID — Empat bulan lalu, Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus masih berdiri di sisi yang sama sambil merayakan gelar Liga Pro Arab Saudi bersama Al Nassr. Ronaldo menjadi bintang utama tim, sedangkan Jesus adalah pelatih yang dipercaya membawanya mengejar trofi liga. Kini suasananya berubah jauh setelah keduanya kembali dipertemukan di Timnas Portugal dan terlibat perselisihan.
Keduanya sudah saling mengenal jauh sebelum bekerja bersama di Al Nassr. Jesus pernah berhadapan dengan Ronaldo ketika masih melatih Sporting CP dalam Liga Champions 2016/2017, termasuk saat Real Madrid menang 2-1 di Santiago Bernabeu. Rivalitas itu berlanjut ketika Jesus menangani Al Hilal dan Ronaldo menjadi pemain Al Nassr, salah satunya dalam semifinal Piala Super Saudi 2024 yang dimenangi Al Hilal.
Hubungan rival tersebut berubah saat Al Nassr menunjuk Jesus sebagai pelatih pada 14 Juli 2025. Jesus bahkan mengakui keberadaannya di klub tidak lepas dari ajakan Ronaldo, yang saat itu ingin melihat Al Nassr bersaing lebih kuat di Liga Arab Saudi. “Tanpa undangannya, saya pasti tidak akan berada di sana,” ujar Jesus ketika mengenang awal kedatangannya ke klub tersebut.
Kerja sama itu berakhir manis pada musim kedua. Al Nassr memastikan gelar Liga Pro Arab Saudi setelah mengalahkan Damac 4-1 pada 21 Mei 2026, dengan Ronaldo mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan membawa klub finis dengan 86 poin. Tidak lama setelah pesta juara, Al Nassr justru berpisah dengan Jesus, tetapi hubungan keduanya belum menunjukkan tanda-tanda memburuk.
Ketika Jesus ditunjuk menjadi pelatih Timnas Portugal pada Juli 2026, Ronaldo masih menyambut keputusan tersebut dengan hangat dan gembira. Kapten Portugal itu bahkan menyebut Jesus sebagai pilihan yang sempurna untuk menangani Selecao das Quinas. Pertemuan mereka di tim nasional pun awalnya terlihat seperti kelanjutan kerja sama yang sudah berhasil di level klub.
Masalah mulai muncul ketika Jesus menyusun rencana khusus untuk mengatur menit bermain Ronaldo. Dalam surat terbukanya, Ronaldo mengungkapkan bahwa Jesus ingin membatasi penampilannya melalui rotasi pada beberapa pertandingan, termasuk meminta dirinya tidak ikut dalam perjalanan ke Norwegia dan Denmark. Ronaldo menolak karena merasa statusnya sebagai kapten tidak seharusnya diperlakukan seperti pemain buangan.
Ketegangan mencapai puncaknya saat Portugal menghadapi Norwegia di Oslo pada 27 September 2026. Ronaldo mengaku sempat mendapat informasi dirinya akan dimainkan sekitar 30 menit sebagai pemain pengganti dan sudah melakukan pemanasan sejak awal babak kedua, tetapi akhirnya tidak masuk ke lapangan. Jesus memiliki versi berbeda dan menyatakan Ronaldo memang sejak awal masuk dalam rencana untuk diistirahatkan pada pertandingan tersebut.
Ronaldo lalu meninggalkan pemusatan latihan Portugal di Kopenhagen pada 30 September. Setelah Portugal kembali menang atas Norwegia pada 4 Oktober, Jesus tetap tidak memberikan permintaan maaf dan mengatakan, “Saya tidak minta maaf ke siapa pun. Minta maaf soal apa? Kepada siapa?” Ronaldo akhirnya memilih menjelaskan versinya secara terbuka melalui unggahan di Instagram
Dalam unggahan tersebut, Ronaldo menyebut ada dua janji Jesus yang menurutnya tidak ditepati, yakni kesempatan bermain selama 30 menit melawan Norwegia dan janji memberikan klarifikasi setelah pertandingan. Ronaldo juga mengakui keputusannya meninggalkan skuad sebagai tanggung jawabnya sendiri, meminta maaf kepada rekan setim, serta menyatakan siap menerima konsekuensi dari Federasi Sepak Bola Portugal.
Di titik ini, masa depan hubungan keduanya masih belum sepenuhnya tertutup. Jesus tetap membuka pintu bagi Ronaldo untuk kembali memperkuat Portugal selama sang kapten masih aktif bermain dan memiliki keinginan membela negaranya. “Saya akan membaca pernyataan itu, saya belum bisa berkomentar apa pun,” ujar Jesus ketika ditanya soal pernyataan terbaru Ronaldo. (RAI)