JAKARTA, AFU.ID — DPR RI resmi menyetujui pemberian kewarganegaraan Indonesia kepada dua pesepak bola keturunan, Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery, dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Persetujuan tersebut diberikan setelah Komisi X dan Komisi XIII DPR lebih dulu menyepakati permohonan naturalisasi yang diajukan pemerintah.
Keduanya diproyeksikan menjadi tambahan kekuatan bagi Timnas Indonesia. Meski sama-sama berusia muda, Baker dan Vickery datang dengan pengalaman bermain di kompetisi luar negeri DAN latar belakang keturunan Indonesia yang menjadi dasar proses naturalisasi mereka.
Mitchell Lee Baker merupakan penyerang berusia 19 tahun yang lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Darah Indonesia mengalir dari garis keturunan ibunya, Maureen Lee Baker. Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta, sedangkan neneknya berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Garis keturunan inilah yang membuka jalan bagi Baker untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Perjalanan sepak bola Baker ditempa di tiga negara berbeda. Ia mengawali karier bersama akademi Hong Kong Football Club sebelum melanjutkan pembinaan di Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory. Setelah itu, Baker hijrah ke Amerika Serikat dan memperkuat Black Rock FC sebelum bergabung dengan Georgetown University untuk menempuh pendidikan sekaligus bermain di kompetisi NCAA.
Perkembangannya menarik perhatian klub Major League Soccer (MLS), Colorado Rapids, yang memilih Baker melalui MLS SuperDraft 2026. Meski baru dijadwalkan bergabung pada akhir tahun ini, penyerang bertubuh ideal tersebut dinilai memiliki prospek besar menjadi ujung tombak Timnas Indonesia dalam jangka panjang.
Sementara itu, Luke Anthony Vickery datang dengan karakter permainan berbeda. Winger berusia 20 tahun itu lahir di Kailua, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005, namun tumbuh dan berkembang dalam sistem sepak bola Australia. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Cherie Claudine Vickery, dengan nenek yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Saat ini Vickery memperkuat Macarthur FC di kasta tertinggi Liga Australia. Ia dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan, agresivitas, dan kemampuan menusuk dari sisi lapangan. Sepanjang musim 2025–2026, Vickery tampil dalam 24 pertandingan dengan mencetak lima gol dan satu assist, catatan yang memperlihatkan kontribusinya di lini serang meski usianya masih relatif muda.
Naturalisasi Baker dan Vickery menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk memperdalam kualitas skuad Garuda. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengatakan kehadiran kedua pemain tersebut diharapkan memperkuat persaingan di setiap posisi sekaligus mendukung target Indonesia menembus peringkat 50 besar FIFA. "Kedua atlet ini diperlukan untuk mencapai target peringkat 50 besar FIFA. Saat ini Indonesia berada di peringkat 118 dunia," kata Sumardji dalam rapat kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Hukum, serta Komisi XIII DPR RI.
Selain menambah pilihan pemain bagi pelatih, pengalaman Baker dan Vickery berkompetisi di luar negeri diharapkan membawa transfer pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia. Keduanya diproyeksikan memperkuat skuad Garuda pada ASEAN Championship 2026, FIFA Series 2026–2031, Piala Asia 2027, hingga menjadi bagian dari persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2031. (RAI)