AC Milan akan memulai perjalanan mereka di Liga Europa 2026-2027 dengan menjamu Benfica di San Siro, di mana pelatih Ruben Amorim menegaskan ambisi tim untuk meraih hasil maksimal tanpa target minimal. Amorim menyatakan bahwa skuad Milan memiliki banyak pilihan pemain dan harus siap menghadapi persaingan ketat di berbagai kompetisi, termasuk Liga Europa, meskipun mereka baru-baru ini mendapatkan kritik atas performa imbang di Liga Italia. Pertandingan melawan Benfica memiliki makna khusus bagi Amorim, yang menganggapnya sebagai kesempatan penting, mengingat keterkaitannya dengan klub tersebut di masa lalu.
Ruben Amorim resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru AC Milan pada Rabu (8/7/2026). (ACMilan.com)
JAKARTA, AFU.ID — AC Milan mengawali kiprahnya di Liga Europa 2026-2027 dengan menjamu Benfica di San Siro. Pelatih Ruben Amorim menegaskan Milan tidak memasang target minimal dan ingin mengejar hasil maksimal di setiap kompetisi. AC Milan vs Benfica dijadwalkan berlangsung di San Siro pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat atau Kamis pukul 02.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi tantangan awal Milan di kompetisi Eropa musim ini. Amorim mengatakan skuad Milan memiliki cukup banyak pilihan pemain sehingga seluruh anggota tim harus siap menghadapi persaingan di berbagai kompetisi. “Kami tidak memiliki target minimal. Kami memiliki skuad yang kuat dengan banyak pilihan, semua pemain harus siap,” kata Amorim kepada Sportmediaset.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan Milan ingin terus meraih kemenangan dan melaju sejauh mungkin, termasuk di Liga Europa. “Tujuan kami adalah berusaha memenangkan sebanyak mungkin pertandingan dan melaju sejauh mungkin di semua kompetisi,” ujarnya. Amorim menyadari perjalanan Milan tidak akan mudah. Persaingan yang ketat membuat tim harus memiliki motivasi dan kemampuan untuk menghadapi setiap pertandingan.
“Jika kami memiliki motivasi dan semua keterampilan yang tepat, kami bisa memenangkan setiap pertandingan dan setiap kompetisi,” kata Amorim. Performa Milan juga mendapat kritik setelah mereka bermain imbang 1-1 melawan Juventus dan 2-2 menghadapi Lazio dalam dua pertandingan terakhir di Liga Italia. Namun, Amorim mengaku tidak mempermasalahkan kritik tersebut. Menurut dia, kritik merupakan bagian dari pekerjaan sebagai pelatih.
“Menerima kritik itu wajar, saya tidak khawatir, itu bukan masalah,” ujarnya. Amorim juga menilai pengalaman menghadapi masa-masa sulit di klub sebelumnya menjadi bagian dari proses belajar. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menghadapi tantangan bersama Milan. Pertandingan melawan Benfica turut memiliki makna khusus bagi Amorim. Benfica merupakan klub tempat dirinya berkembang di level akademi.
“Laga ini adalah kesempatan yang sangat penting. Pertandingan AC Milan melawan Benfica merupakan partai yang sarat makna di kancah Eropa,” kata Amorim. Tawaran melatih Milan juga datang sekitar enam bulan setelah Amorim meninggalkan Manchester United. Ia mengaku menerima proyek tersebut dengan antusiasme besar. “Saya pun memutuskan untuk bergabung dalam proyek ini dengan antusiasme yang besar,” ujar Amorim. (FAD)