Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Pemkab Bandung Alokasikan Rp109 miliar untuk Insentif Guru Mengaji
Bagikan:
Penulis: Muhammad Fakhruddin · Reporter: ANTARA/HO-Pemkab Bandung
Ringkasan Berita
Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp109 miliar per tahun untuk program insentif guru mengaji dan Beasiswa Bantuan Pendidikan Bupati Bandung (BESTI) guna memperkuat pendidikan keagamaan dan membentuk karakter generasi muda. Bupati Dadang Supriatna menekankan pentingnya pencegahan anak putus sekolah dan pernikahan dini, serta memastikan akses pendidikan yang baik bagi anak-anak. Melalui kedua program ini, Pemkab Bandung berharap dapat mengurangi masalah sosial dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam sebuah agenda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
BANDUNG, AFU.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mengalokasikan anggaran Rp109 miliar per tahun untuk melanjutkan program insentif guru mengaji sekaligus memastikan keberlanjutan Beasiswa Bantuan Pendidikan Bupati Bandung (BESTI). Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pendidikan keagamaan dan membentuk karakter generasi muda.
Ia juga meminta pemerintah desa dan kecamatan meningkatkan pencegahan anak putus sekolah serta pernikahan dini yang masih terjadi di masyarakat. "Ini akan terus kita dorong untuk menciptakan anak-anak yang berkarakter dan berakhlakul karimah," katanya, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Dadang, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dengan memastikan anak-anak memperoleh akses pendidikan dan tidak berhenti sekolah sebelum menyelesaikan jenjang pendidikan yang semestinya. "Ibu Ketua PKK menyampaikan masih ada usia 17 tahun sudah menikah. Nah, ini PR Pak Kades, disiapkan sekolah SD, SMP," katanya.
Selain melanjutkan insentif guru mengaji, Pemkab Bandung memastikan program BESTI tetap berjalan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan. Program tersebut diharapkan memperluas kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka anak putus sekolah.
Dadang menegaskan penguatan pendidikan keagamaan dan pendidikan formal perlu berjalan beriringan agar generasi muda Kabupaten Bandung memiliki pengetahuan sekaligus karakter yang baik. Dengan keberlanjutan kedua program tersebut, Pemkab Bandung berharap dukungan terhadap pendidikan masyarakat dapat semakin kuat dan persoalan sosial seperti putus sekolah serta pernikahan dini dapat ditekan.